Trump Siap Ikuti Debat Meski Ada Aturan Mematikan Mikrofon

    Willy Haryono - 20 Oktober 2020 13:18 WIB
    Trump Siap Ikuti Debat Meski Ada Aturan Mematikan Mikrofon
    Presiden AS Donald Trump dan Joe Biden dalam acara debat perdana presiden AS pada 29 September 2020. (AFP)
    Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku siap mengikuti debat ketiga sekaligus terakhir pada 22 Oktober mendatang. Ia siap berdebat dengan Joe Biden secara langsung meski Komisi Debat Presiden (CDP) memberlakukan aturan terbaru: mematikan mikrofon saat salah satu kandidat sedang berbicara.

    Aturan baru diterapkan CPD demi menghindari hujan interupsi dalam debat perdana bulan lalu.

    Baca:  Mikrofon Kandidat akan Dimatikan Bergilir dalam Debat Presiden AS

    Manajer kampanye Trump, Bill Stepien, menegaskan bahwa petahana akan mengikuti debat ketiga meski CPD memberlakukan aturan terbaru. "Presiden berkomitmen berdebat dengan Joe Biden meski ada perubahan di menit-menit akhir," kata Stepien, dilansir dari Sputnik pada Selasa, 20 Oktober 2020.

    Meski menyepakati aturan terbaru, Stepien menuduh CPD "bias" dan lebih cenderung "memberikan keuntungan bagi kandidat favorit mereka," yakni Biden.

    Sebelumnya pada Senin, 19 Oktober, CPD mengumumkan penerapan aturan mematikan mikrofon untuk debat terakhir antara Trump dan Biden yang akan berlangsung secara tatap muka di Nashville pada Kamis malam waktu AS atau Jumat pagi waktu Indonesia.

    Debat kedua antara Trump dan Biden dibatalkan karena petahana masih dikhawatirkan membawa virus korona (covid-19). Trump menolak jika debat berlangsung secara virtual.

    Mengenai topik debat ketiga, CPD telah menetapkan enam isu: Memerangi Covid-19, Keluarga Amerika, Ras di Amerika, Perubahan Iklim, Keamanan Nasional, dan Kepemimpinan. Stepien mengkritik CPD karena tidak memasukkan kebijakan luar negeri ke dalam topik debat terakhir.

    Menurutnya, CPD berusaha melindungi Biden yang disebut selalu berusaha menghindari topik kebijakan luar negeri. Demokrat balas menyerang, dengan mengatakan bahwa Trump adalah kandidat yang selalu berusaha menghindari pertanyaan penting, terutama soal covid-19.

    "Komisi (Debat Presiden) yang pro-Biden telah mengubah musim debat kali ini menjadi lelucon. Itulah mengapa publik sudah kehilangan kepercayaan terhadap objektivitasnya," ujar Stepien.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id