Trump Tegaskan Tak Pernah Mengakui Kekalahan Apapun

    Willy Haryono - 16 November 2020 11:31 WIB
    Trump Tegaskan Tak Pernah Mengakui Kekalahan Apapun
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengakui kekalahan apapun, termasuk dari Joe Biden dalam pemilihan umum presiden 2020. Ia kembali menegaskan bahwa pemilu AS 2020 dipenuhi kecurangan.

    Bantahan disampaikan usai Trump dinilai telah mengakui kekalahan lewat tulisan di Twitter, "dia (Biden) menang hanya karena pemilu berlangsung curang."

    "Dia hanya menang di mata MEDIA BERITA PALSU," tulis Trump, kurang dari dua jam usai dirinya dinilai telah menerima kemenangan Biden.

    "Saya tidak pernah mengakui kekalahan apapun. Proses ke depan masih panjang. Ini adalah pemilu yang dicurangi," sambungnya, dilansir dari laman Scroll.in pada Senin, 16 November 2020.

    Dalam tulisan sebelumnya, Trump mengakui kemenangan Biden sempat menuduh adanya kecurangan dalam pemilu. "Tidak ada pengawas pemilu, dan suara ditabulasi oleh perusahaan sayap kiri Dominion, yang memiliki reputasi dan peralatan yang buruk," ungkapnya.

    Baca:  Trump Akui Biden Menang Pemilu, Namun Tetap Merasa Dicurangi

    Sementara itu, tokoh yang ditunjuk Biden sebagai Kepala Staf Gedung Putih, Ron Klain, meminta pemerintahan Trump untuk mulai memproses transisi kepresidenan. Ia mengingatkan bahwa penundaan dapat menghantam upaya distribusi vaksin covid-19.

    Badan Layanan Umum AS, yang dipimpin seorang tokoh Trump, belum mengakui Biden sebagai presiden terpilih AS. Hal ini membuat Biden tidak bisa mendapat akses ke kantor-kantoor pemerintahan beserta pendanaannya.

    "Joe Biden akan menjadi presiden Amerika Serikat di tengah krisis yang tengah bergulir saat ini," tutur Klain kepada NBC. "Transisi pemerintahan seharusnya berlangsung mulus," sambung dia.

    Biden mengalahkan Trump kemenangan di serangkaian negara bagian yang dimenangkan petahana Partai Republik itu pada 2016. Mantan Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat itu juga memenangkan suara populer nasional dengan lebih dari 5,5 juta suara.
     
    Kampanye Trump telah mengajukan tuntutan hukum yang berusaha untuk membatalkan hasil di beberapa negara bagian, meskipun tidak berhasil, dan para ahli hukum mengatakan bahwa proses pengadilan hanya memiliki sedikit peluang untuk mengubah hasil pemilu.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id