comscore

Rekor Baru, Jumlah Pengungsi Dunia Capai 100 Juta

Medcom - 23 Mei 2022 19:03 WIB
Rekor Baru, Jumlah Pengungsi Dunia Capai 100 Juta
Pengungsi asal Ukraina tengah menanti di Medyka, 8 April 2022. (Wojtek RADWANSKI / AFP)
Jenewa: Badan pengungsi PBB (UNHCR) pada Senin, 23 Mei 2022 membahas perang Rusia di Ukraina yang mendorong angka pengungsi hingga di atas 100 juta untuk pertama kalinya.

"Jumlah orang yang terpaksa melarikan diri dari konflik, kekerasan, pelanggaran hak asasi manusia dan penganiayaan kini telah melampaui angka 100 juta untuk pertama kalinya dalam sejarah, didorong oleh perang di Ukraina dan konflik mematikan lainnya," kata UNHCR, dilansir dari Channel News Asia, Senin, 23 Mei 2022. 
Angka “mengkhawatirkan” ini, menurut UNHCR, seharusnya menggerakkan dunia untuk mengakhiri konflik.

Jumlah orang yang terpaksa mengungsi meningkat menjadi 90 juta pada akhir 2021, dipicu oleh kekerasan di Ethiopia, Burkina Faso, Myanmar, Nigeria, Afghanistan, dan Republik Demokratik Kongo.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, dan sejak itu mengakibatkan lebih dari delapan juta orang mengungsi dalam negeri, sementara lebih dari enam juta lainnya mengungsi ke negara lain.

"Seratus juta adalah angka yang mencolok, serius dan mengkhawatirkan secara bersamaan. Ini rekor yang seharusnya tidak pernah tercapai," kata kepala UNHCR Filippo Grandi.

"Ini harus menjadi peringatan untuk menyelesaikan dan mencegah konflik, mengakhiri penganiayaan, dan mengatasi penyebab mendasar yang memaksa orang-orang tidak bersalah meninggalkan rumah mereka."

Angka 100 juta mencakup lebih dari satu persen populasi dunia. Sebagai gambaran lain, hanya 13 negara yang memiliki populasi lebih banyak dibandingkan total pengungsi dunia.

Baca: Pengungsi Ukraina Mulai Kembali ke Negaranya
 
 

Jumlah tersebut mencakup pengungsi, pencari suaka, serta lebih dari 50 juta orang yang mengungsi di dalam negaranya sendiri.

"Tanggapan internasional terhadap orang-orang yang melarikan diri dari perang di Ukraina sangat positif," kata Grandi. 

"Belas kasih itu hidup dan kami membutuhkan mobilisasi serupa untuk semua krisis di seluruh dunia. Tetapi pada akhirnya, bantuan kemanusiaan hanya meringankan, bukan menyembuhkan.

"Untuk membalikkan tren ini, satu-satunya jawaban adalah perdamaian dan stabilitas."

UNHCR akan menguraikan data lengkap tentang pengungsian pada tahun 2021 dalam Laporan Tren Global tahunannya, yang dirilis 16 Juni mendatang.

Lebih dari dua tahun sejak dimulainya pandemi covid-19, setidaknya 20 negara masih menolak akses suaka bagi orang-orang yang melarikan diri dari konflik, kekerasan, dan penganiayaan dengan alasan menekan penyebaran virus.

Grandi pada hari Jumat meminta negara-negara itu untuk mencabut pembatasan suaka terkait pandemi yang tersisa, dengan menyebutnya sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

"Saya khawatir langkah-langkah yang diberlakukan dengan dalih tanggapan terhadap covid-19 digunakan sebagai kedok untuk menolak suaka kepada orang-orang yang mengungsi dari kekerasan dan penganiayaan," katanya.

Sebuah laporan bersama pekan lalu oleh Internal Displacement Monitoring Center (IDMC) dan Norwegian Refugee Council (NRC) menyampaikan sekitar 38 juta pengungsian dalam negeri baru dilaporkan pada tahun 2021. Beberapa di antaranya merupakan orang-orang yang terpaksa mengungsi beberapa kali sepanjang tahun.

Angka tersebut merupakan jumlah pengungsian baru tertinggi kedua dalam satu dekade setelah 2020, yang memecahkan rekor mobilisasi akibat serangkaian bencana alam.

Tahun lalu, pengungsian internal baru, khususnya dari konflik, melonjak menjadi 14,4 juta. Ini adalah peningkatan 50 persen dari tahun 2020.

"Tidak pernah seburuk ini," kata kepala NRC Jan Egeland kepada wartawan.

Bencana alam terus menjadi penyebab sebagian besar pengungsian dalam negeri, mengakibatkan 23,7 juta perpindahan serupa pada tahun 2021. (Kaylina Ivani)

(WIL)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id