comscore

Penegasan Erdogan Tolak Keanggotaan Swedia dan Finlandia di NATO

Marcheilla Ariesta - 31 Mei 2022 18:25 WIB
Penegasan Erdogan Tolak Keanggotaan Swedia dan Finlandia di NATO
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan./AFP
Ankara: Presiden Turki menyoroti kegiatan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) sebagai alasan menolak Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO. Mereka mengatakan, kedua negara itu akan membawa risiko keamanan bagi Turki.

Kelompok PKK melancarkan pemberontakan selama 38 tahun melawan Turki. Pemberontakan mengakibatkan puluhan ribu orang tewas.
PKK ditetapkan sebagai entitas teroris oleh Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa, termasuk Swedia dan Finlandia. Namun, sikap Barat terhadap sayap PKK di Suriah, Unit Perlindungan Rakyat (YPG) menyebabkan permusuhan antara Ankara dengan anggota NATO lainnya.

YPG membentuk 'tulang punggung' pasukan yang terlibat dalam perang pimpinan AS melawan kelompok Islamic State (ISIS).

"Turki menyatakan, pengakuan Swedia dan Finlandia membawa risiko bagi keamanannya sendiri dan masa depan organisasi," tulis Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah artikel yang diterbitkan The Economist.

Dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 31 Mei 2022, Erdogan mengatakan, Turki memiliki hak untuk mengharapkan negara-negara anggota NATO mencegah pendanaan dan kegiatan propaganda PKK.

Baca juga: Erdogan: Turki Tidak Bisa Izinkan Negara Pendukung Teroris Gabung NATO

"Kami memiliki hak untuk mengharapkan negara-negara tersebut, yang akan mengharapkan tentara terbesar kedua NATO untuk datang ke pertahanan mereka berdasarkan Pasal 5, untuk mencegah perekrutan, penggalangan dana dan kegiatan propaganda PKK," lanjut dia.

Semua anggota NATO harus menyetujui tawaran kedua negara Nordik untuk bergabung dengan aliansi, yang didorong oleh invasi Rusia ke Ukraina. Turki telah mengatakan tidak akan mengizinkan aksesi mereka kecuali langkah-langkah diambil, tetapi para pemimpin NATO melihat KTT NATO di Spanyol pada akhir Juni sebagai kesempatan untuk ekspansi bersejarah.

Erdogan mengulangi seruan agar Finlandia dan Swedia mengekstradisi orang-orang yang dicurigai Ankara melakukan aktivitas teroris dan untuk mendukung operasi anti-teror anggota NATO.

Dia juga mengatakan, embargo senjata tidak sesuai dengan semangat kemitraan militer.

Swedia dan Finlandia termasuk di antara negara-negara yang memberlakukan pembatasan ekspor pertahanan pada Turki setelah serangan 2019 ke timur laut Suriah yang bertujuan untuk mengusir YPG. Dalam beberapa hari terakhir, Erdogan menjanjikan operasi lintas batas lebih lanjut terhadap kelompok tersebut.

Ia menetapkan peran Turki dalam militer terbesar dalam sejarah sejak bergabung pada 1952. Erdogan menyerukan anggota NATO lainnya untuk membujuk Swedia dan Finlandia mengubah posisi mereka.

"Di mana posisi Swedia dan Finlandia dalam masalah keamanan nasional dan pertimbangan negara lain, yang dengannya mereka ingin menjadi sekutu, akan menentukan sejauh mana Turki ingin bersekutu dengan negara-negara itu," pungkas Erdogan.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id