Macron: Covid-19 Ada di Prancis Hingga Musim Panas 2021

    Willy Haryono - 24 Oktober 2020 08:24 WIB
    Macron: Covid-19 Ada di Prancis Hingga Musim Panas 2021
    Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP)
    Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, negaranya akan memerangi virus korona (covid-19) hingga setidaknya musim panas 2021. Pernyataan disampaikan saat Prancis mencatat lonjakan infeksi covid-19 yang menjadikan totalnya saat ini melampaui satu juta.

    Jumat kemarin, Prancis mencatat lebih dari 40 ribu kasus baru covid-19 dengan 298 kematian. Negara-negara Eropa lainnya, termasuk Rusia, Polandia, Italia, dan Swiss, juga mencatat lonjakan serupa.

    Berbicara dalam kunjungan ke sebuah rumah sakit di Paris, Macron mengatakan sejumlah ilmuwan di Prancis mengatakan kepada dirinya bahwa mereka meyakini covid-19 akan tetap ada "hingga musim panas tahun depan."

    Namun ia menegaskan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah Prancis akan menerapkan penguncian (lockdown) penuh atau hanya parsial.

    Aturan jam malam di Prancis sudah diperluas hingga ke dua per tiga negara tersebut, yang berimbas pada sekitar 46 juta warga. Jam malam sudah diterapkan sejak Jumat hingga enam pekan ke depan.

    Kepala grup rumah sakit Paris, Martin Hirsch, memperingatkan bahwa gelombang kedua covid-19 dapat menjadi lebih buruk dari yang pertama.

    "Ada persepsi dalam beberapa bulan terakhir bahwa gelombang kedua (covid-19) itu tidak ada, atau kalaupun ada skalanya kecil. Padahal situasi sebenarnya adalah kebalikan dari itu," sebut Hirsch.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, lonjakan infeksi covid-19 di Eropa ini merupakan momen kritis dalam perang melawan virus tersebut. WHO menyerukan langkah cepat untuk mencegah runtuhnya sistem kesehatan di negara-negara Eropa.

    Rata-rata infeksi harian di Eropa telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 10 hari terakhir. Total kasus covid-19 di Eropa kini telah mencapia 7,8 juta dengan sekitar 247 ribu kematian.

    "Beberapa bulan ke depan akan menjadi sangat berat, dan sejumlah negara sedang berada dalam kondisi berbahaya," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada awak media.

    Secara global, terdapat lebih dari 42 juta kasus covid-19 dengan 1,1 juta kematian.

    Baca:  Jalanan Paris Sepi di Tengah Pemberlakuan Jam Malam Covid-19

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id