Relawan Uji Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meninggal di Brasil

    Fajar Nugraha - 22 Oktober 2020 10:56 WIB
    Relawan Uji Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meninggal di Brasil
    AstraZeneca mengembangkan vaksin covid-19 bersama University of Oxford. Foto: AFP
    Rio de Janeiro: Seorang relawan yang berpartisipasi dalam uji klinis vaksin covid-19 yang dikembangkan oleh University of Oxford dan AstraZeneca meninggal di Brasil. Meskipun laporan media mengatakan dia telah menerima plasebo, bukan vaksin uji.

    Ini adalah kematian pertama yang dilaporkan dalam berbagai uji coba vaksin virus korona yang berlangsung di seluruh dunia. AstraZeneca langsung menolak berkomentar.

    Laporan media mengatakan relawan itu adalah seorang dokter berusia 28 tahun yang bekerja di garis depan pandemi yang meninggal karena komplikasi akibat covid-19.

    Sejauh ini, 8.000 dari 10.000 sukarelawan yang direncanakan dalam uji coba telah direkrut dan diberikan dosis pertama di enam kota di Brasil, dan banyak yang telah menerima suntikan kedua, kata juru bicara universitas.

    Surat kabar Brasil Globo dan kantor berita internasional Bloomberg mengatakan pria itu berada dalam kelompok kontrol dan telah menerima plasebo bukan vaksin uji, mengutip sumber yang dekat dengan uji coba.

    "Setelah penilaian yang cermat atas kasus ini di Brasil, tidak ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis, dan tinjauan independen selain regulator Brasil telah merekomendasikan agar uji coba tersebut dilanjutkan," kata University of Oxford dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis 22 Oktober 2020.

    AstraZeneca mengatakan, kerahasiaan medis berarti tidak dapat memberikan rincian tentang sukarelawan individu mana pun. Tetapi tinjauan independen itu "tidak menimbulkan kekhawatiran tentang kelanjutan studi yang sedang berlangsung".

    University of Oxford dan AstraZeneca sebelumnya harus menangguhkan pengujian vaksin pada September ketika seorang sukarelawan di Inggris mengembangkan penyakit yang tidak dapat dijelaskan.

    Uji coba dilanjutkan setelah regulator Inggris dan tinjauan independen menyimpulkan penyakit itu bukan efek samping dari vaksin.

    “Separuh sukarelawan dalam uji klinis tahap akhir - penelitian tersamar ganda, acak, terkontrol - menerima plasebo,” kata Institut Penelitian dan Pengajaran D'Or (IDOR).

    Sejauh ini, sekitar 8.000 sukarelawan telah divaksinasi di Brasil, dan lebih dari 20.000 di seluruh dunia, katanya. Peserta studi haruslah dokter, perawat, atau pekerja sektor kesehatan lainnya yang rutin berhubungan dengan virus.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id