Fauci Terkesan dengan Kemanjuran Vaksin Moderna

    Marcheilla Ariesta - 17 November 2020 14:43 WIB
    Fauci Terkesan dengan Kemanjuran Vaksin Moderna
    Dr Anthony Fauci, salah satu dokter dalam gugus tugas penanganan covid-19 di Amerika Serikat. (Foto: AFP)
    Washington: Perusahaan Moderna mengklaim vaksin covid-19 yang sedang mereka kembangkan memiliki tingkat efektivitas hingga 94,5 persen. Pakar penyakit menular ternama di Amerika Serikat, Dr Anthony Fauci, telah memuji hasil awal dari uji klinis vaksin buatan Moderna tersebut.

    "Saya pernah berkata, bahwa 70 atau 75 persen kemanjuran juga sudah cukup baik. Tingkat efektivitas vaksin hingga 94,5 persen tentu sangat mengesankan," kata Fauci, dilansir dari AFP, Selasa, 17 November 2020.

    "Ini benar-benar hasil yang spektakuler, menurut saya tidak ada yang mengantisipasi hasilnya akan sebaik ini," ucap dia.

    Menurut Fauci, hasil tersebut merupakan validasi terhadap teknologi mRNA yang sempat diragukan sejumlah kalangan dalam pengembangan vaksin. Fauci merupakan kepala dari National Institutes of Health's National Institutes of Allergies and Infectious Diseases (NIAID), yang juga telah mengembangkan vaksin covid-19 sejak Januari lalu.

    Vaksin Moderna dibuat dengan menggunakan teknologi sintetik baru dari molekul yang disebut 'messenger RNA' untuk meretas sel manusia dan memicu respons imunitas tubuh.

    "Ada banyak orang yang ragu dalam menggunakan sesuatu yang belum pernah dicoba. Beberapa orang sempat mengkritik kami," tuturnya.

    Senin kemarin, Moderna dan NIH mengumumkan hasil awal mereka berdasarkan 95 dari 30 ribu sukarelawan terjangkit covid-19 yang direkrut. Dari 95 orang, sebanyak 90 berada di kelompok percobaan, sementara lima lainnya menerima obat yang disebut mRNA-1273.

    Kabar baik dari Moderna muncul usai perusahaan Pfizer dan BioNTech mengumumkan hasil pengembangan vaksin mereka pekan lalu. Vaksin kolaborasi perusahaan farmasi AS dan Jerman itu diklaim manjur hingga 90 persen.

    Fauci mengaku tidak mengkhawatirkan persaiangan dalam pengembangan vaksin. Ia hanya mengaku khawatir terhadap sentimen anti-vaksin di AS.

    "Jalan masih panjang. Jangan lupa, vaksin ini harus didistribusikan, dan sebagian besar orang harus mendapat vaksinasi," tuturnya.

    "Ada banyak sentimen anti-vaksin di negara ini. Anda harus mengatasinya dan meyakinkan orang-orang untuk mau divaksinasi, karena vaksin dengan tingkat kemanjuran tinggi tidak akan berguna jika tidak ada yang divaksinasi," pungkasnya.

    Baca:  Pfizer Uji Coba Distribusi Vaksin di Empat Negara Bagian AS

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id