Di Sidang Pemakzulan, Demokrat Tak Yakin Trump Akan Hentikan Kekerasan

    Marcheilla Ariesta - 12 Februari 2021 12:05 WIB
    Di Sidang Pemakzulan, Demokrat Tak Yakin Trump Akan Hentikan Kekerasan
    Mantan Presiden AS Donald Trump. Foto: AFP.



    Washington: Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi sidang pemakzulan dengan tuduhan mengerahkan massa menyerang Gedung Capitol pda 6 Januari lalu. Para anggota Partai Demokrat AS berargumen, Trump tidak melakukan apapun untuk menghentikan serangan padahal ia masih presiden saat itu.

    Manajer pemakzulan dari Partai Demokrat, Jaimie Raskin mengatakan selama delapan jam terakhir di persidangan, mereka sudah mempresentasikan bahwa Trump diam saja saat serangan itu berlangsung. Mereka menginginkan Trump dihukum agar tidak pernah menjabat lagi.






    "Pemberontakan pro-Trump ini tidak muncul begitu saja. Ini bukan kali pertama Donald Trump mengobarkan kemarahan dan menghasut massa," serunya, dilansir dari Deutsche Welle, Jumat, 12 Februari 2021.

    Baca juga: Demokrat: Trump Hasut Pendukung untuk Serang Gedung Capitol Sejak 2020

    Raskin bertanya kepada para senator, apakah mereka percaya Trump akan berhenti 'menghasut kekerasan' untuk mendapatkan apa yang diinginkannya jika dia terpilih kembali sebagai presiden.

    "Apakah Anda akan mempertaruhkan masa depan demokrasi Anda untuk itu?" tanyanya.

    Perwakilan Colorado, Diana DeGette mengatakan massa mengikuti perintah Trump. "Ini bukan kejahatan tersembunyi. (mantan) presiden (Trump) menyuruh mereka berada di sana. Mereka benar-benar yakin tidak akan menghadapi hukuman," katanya, sembari membantah pengacara Trump yang menggambarkan massa bertindak independen.

    "Dia mengundang mereka dengan perintah yang jelas, 'berjuang untuk menghentikan sertifikasi di Kongres dengan cara apapun yang diperlukan'," tegasnya.

    Pernyataan DeGette disertai dengan rekaman pendukung Trump yang mencoba menerobos penghalang polisi sambil berteriak "kami diundang ke sini oleh presiden Amerika Serikat."

    Manajer pemakzulan juga menunjukkan beberapa rekaman video yang menggambarkan kerusakan fisik dan mental yang ditimbulkan oleh pendukung Trump.

    Selama persidangan Rabu lalu, rekaman keamanan baru dari Capitol menunjukkan bagaimana anggota parlemen melarikan diri dari massa yang tidak terkendali, sementara Demokrat menekankan bahwa para perusuh bermaksud membunuh atau melukai mereka yang menentang upaya Trump untuk membatalkan pemilihan.

    Sementara itu, pengacara Trump akan membela kliennya paling lambat pada hari ini, Jumat, 12 Februari.

    Trump adalah presiden AS pertama yang dimakzulkan dua kali. Sidang pemakzulan pertamanya dilakukan atas upayanya menekan Ukraina menyelidiki Biden, namun ia berhasil lolos karena kala itu Senat dikendalikan Partai Republik.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id