Trump, Biden Tawarkan Pilihan Berbeda untuk Warga AS

    Fajar Nugraha - 28 Oktober 2020 19:12 WIB
    Trump, Biden Tawarkan Pilihan Berbeda untuk Warga AS
    Donald Trump dan Joe Biden memberikan perbedaan jelas dalam visi sebagai pemimpin AS. Foto: AFP
    Washington: Rakyat yang akan memilih antara Presiden Donald Trump dan mantan Wakil Presiden Joe Biden yang diusung Partai Demokrat dalam Pemilu Presiden Amerika Serikat, seharusnya tidak mengalami kesulitan untuk membedakan antara kedua kandidat tersebut dalam hal kebijakan.

    Perbedaan pendirian kandidat dalam berbagai isu termasuk dalam iklim, pajak, perdagangan, hubungan ras, keamanan nasional, imigrasi, dan di atas semua itu penanganan pandemi virus korona sangat mencolok.

    Seperti dilansir VOA Indonesia, Rabu, 28 Oktober 2020, “Keduanya memberi pemilih dua opsi yang sangat berbeda untuk menentukan arah negara selama empat tahun mendatang”.

    Secara umum, Presiden Trump telah memerintah sebagaimana dia berkampanye empat tahun lalu, sebagai seorang Republik pendobrak norma-norma dengan kemauannya sendiri. Sikapnya sebagai pendobrak norma-norma terbukti dalam hubungannya dengan negara-negara lain.

    Filosofi Trump tentang “America First” (Amerika Pertama) telah menguji ikatan antara AS dan sekutu-sekutu lama, maupun dalam politik dalam negeri, di mana dia secara konsisten melewati batas-batas wewenang eksekutif, sehingga seringkali mendapati dirinya dibendung oleh pengadilan federal.

    Biden, sebaliknya, telah berkampanye tentang kombinasi posisi kebijakan yang sebagian besar progresif ditambah dengan janji bahwa dia akan mengembalikan Amerika ke bentuk politik yang lebih tradisional.

    Maksud Biden adalah politik yang tidak fokus pada cuitan di Twitter dan penggalangan massa. Tetapi lebih pada debat mengenai kebijakan secara rinci dan pembuatan kesepakatan dengan badan legislatif. 

    Seminggu sebelum hari pemilihan 3 November, Joe Biden masih aktif berkampanye di negara bagian-negara bagian yang condong ke Partai Republik.

    Sementara Presiden Donald Trump berada dalam pertahanan, dengan fokus pada negara bagian-negara bagian yang dimenangkannya pada 2016. Jajak pendapat saat ini menunjukkan Trump tertinggal.

    Pada Selasa 27 Oktober, Biden mengadakan dua kampanye di Georgia. Ini merupakan negara bagian yang belum pernah dimenangkan oleh calon presiden dari Partai Demokrat sejak 1992.

    Mantan Wakil Presiden AS itu berencana mengunjungi Iowa, Florida, Wisconsin dan Michigan pada akhir pekan ini. Trump memenangkan negara bagian itu pada 2016, tetapi Partai Demokrat yakin Biden memiliki kesempatan untuk memenangkannya pada 2020.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id