Philadelphia Panggil Garda Nasional Terkait Demo Walter Wallace

    Willy Haryono - 28 Oktober 2020 09:39 WIB
    Philadelphia Panggil Garda Nasional Terkait Demo Walter Wallace
    Polisi merespons kerusuhan terkait penembakan terhadap Walter Wallace di Philadelphia pada Senin, 26 Oktober 2020. (The Philadelphia Inquirer)
    Philadelphia: Otoritas Philadelphia akan mengerahkan lebih banyak polisi dan meminta bantuan ke Garda Nasional untuk mengantisipasi aksi protes lanjutan terkait penembakan aparat terhadap pria kulit hitam bernama Walter Wallace. Kematian Wallace di tangan dua polisi telah memicu aksi protes masif di Philadelphia.

    Dua polisi Philadelphia menembak Wallace karena pria tersebut menolak menjatuhkan pisaunya.

    Shaka Johnson, pengacara keluarga Wallace, mengatakan bahwa korban menderita penyakit bipolar. Ia menyebut keterangan mengenai penyakit mental Wallace sudah disampaikan ke arah dua polisi beberapa saat sebelum penembakan.

    Ayah korban juga mengonfirmasi hal tersebut, dan menyayangkan mengapa polisi melepaskan tembakan dan tidak menggunakan senjata pelumpuh seperti taser.

    Aksi protes terjadi tak lama usai penembakan pada Senin, 26 Oktober. Demonstrasi awalnya berjalan damai di Malcolm X Park di Philadelphia, namun berubah menjadi aksi kericuhan.

    Kerusuhan, bentrokan, dan juga penjarahan terkait penembakan Wallace di Philadelphia telah berujung pada 91 penangkapan oleh polisi. Kepolisian Philadelphia khawatir, aksi susulan masih akan terjadi pada Selasa malam hingga Rabu.

    Baca:  Polisi Philadelphia Ditabrak Truk dalam Aksi Protes Penembakan

    "Untuk hari  ini dan malam ini, kami mengantisipasi kemungkinan adanya kerusuhan lanjutan. Untuk itu, kami akan mengambil beberapa langkah tambahan untuk memastikan ketertiban umum," kata Komisaris Kepolisian Philadelphia, Danielle Outlaw, dikutip dari laman Al Jazeera pada Rabu, 28 Oktober 2020.

    Setelah itu, kantor wali kota Philadelphia Jim Kenney mengeluarkan pernyataan, bahwa Garda Nasional Pennsylvania telah dipanggil untuk membantu menangani potensi terjadinya kerusuhan lanjutan.

    Philadelphia merupakan salah satu kota yang aktif menyuarakan menyuarakan aksi protes anti-rasisme di AS, terutama setelah kematian pria kulit hitam bernama George Floyd pada 25 Mei. 

    Kematian Floyd, yang tewas usai lehernya ditindih lutut, memicu gelombang protes masif berskala nasional. Diskriminasi rasial pun menjadi salah satu isu utama dalam musim pemilihan umum presiden tahun ini, yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November mendatang.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id