Sekjen PBB Peringatkan ’Nasionalisme Vaksin’ Persulit Negara Miskin

    Fajar Nugraha - 10 Desember 2020 15:12 WIB
    Sekjen PBB Peringatkan ’Nasionalisme Vaksin’ Persulit Negara Miskin
    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Foto: AFP



    New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa "nasionalisme vaksin" bergerak "dengan kecepatan penuh”. Ini membuat warga miskin di seluruh dunia hanya menonton persiapan untuk vaksinasi terhadap virus korona di beberapa negara kaya dan bertanya-tanya apakah serta kapan mereka akan divaksinasi.

    Sekjen PBB mengulangi seruannya agar vaksin diperlakukan sebagai "barang publik global," tersedia untuk semua orang, di mana pun di planet ini, terutama di Afrika. Dan dia memohon USD4,2 miliar dalam dua bulan ke depan untuk program COVAX yang diinisiasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini adalah sebuah proyek ambisius untuk membeli dan mengirimkan vaksin covid-19 untuk orang-orang termiskin di dunia.

     



    Setelah pertemuan virtual PBB dengan Uni Afrika, Guterres mengatakan pada konferensi pers bahwa membiayai COVAX adalah satu-satunya cara untuk menjamin vaksin akan tersedia di Afrika dan wilayah berkembang lainnya.

    Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB minggu lalu tentang covid-19 bahwa "cahaya di ujung terowongan semakin terang" untuk mengakhiri pandemi. Namun, ia menambahkan, vaksin “harus dibagikan secara merata sebagai barang publik global, bukan sebagai komoditas swasta yang memperlebar ketimpangan dan menjadi alasan lain mengapa sebagian orang tertinggal.”

    “Program ACT-Accelerator yang kekurangan dana dari WHO untuk dengan cepat mengembangkan dan mendistribusikan vaksin secara adil, yang mencakup proyek COVAX, berada dalam bahaya. Ini menjadi tidak lebih dari tindakan yang mulia tanpa dana baru yang besar,” jelas Tedros.

    “COVAX akan membutuhkan tambahan USD23,9 miliar untuk tahun 2021,” kata Tedros.

    Dirinya menekankan bahwa total USD28 miliar kurang dari setengah dari 1 persen dari USD11 triliun dalam paket stimulus yang diumumkan sejauh ini oleh Kelompok 20, negara-negara terkaya di dunia.

    Vaksinasi

    Inggris dan Rusia sudah mulai memvaksinasi orang untuk melawan virus korona. Di Amerika Serikat, vaksin Pfizer bisa mendapatkan lampu hijau untuk penggunaan darurat dalam beberapa hari mendatang dan vaksin Moderna dalam beberapa minggu mendatang. Kanada mengumumkan persetujuan vaksin Pfizer pada Rabu.

    Guterres mengatakan 54 negara Afrika telah mencatat lebih dari 2,2 juta kasus infeksi virus korona dan lebih dari 53.000 kematian akibat covid-19.

    “Ada harapan nyata bahwa vaksin -yang dikombinasikan dengan tindakan kesehatan masyarakat lainnya- akan membantu mengatasi pandemi,” kata Sekjen Guterres.



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id