comscore

Vladimir Putin Pernah Menjadi Sopir Taksi Usai Keruntuhan Uni Soviet

Medcom - 13 Desember 2021 20:36 WIB
Vladimir Putin Pernah Menjadi Sopir Taksi Usai Keruntuhan Uni Soviet
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Mikhail Metzel SPUTNIK/AFP)
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa runtuhnya Republik Sosialis Uni Soviet (USSR) merupakan akhir dari "Rusia historis." Dari berbagai kisah seputar runtuhnya Uni Soviet, Putin mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi sopir taksi demi memenuhi kebutuhan hidupnya setelah USSR sudah tidak ada lagi.

Putin, seorang mantan badan intelijen KGB, mengatakan bahwa runtuhnya Uni Soviet tiga dekade lalu merupakan sebuah "tragedi" bagi "sebagian besar masyarakat."

 



Pernyatan Putin, muncul dalam laporan kantor berita RIA-Novosti pada hari Minggu kemarin, merupakan kutipan dari sebuah film dokumenter yang akan ditayangkan saluran Channel One dengan judul "Russia. Recent History."

"Apa keruntuhan Uni Soviet itu? Sebenarnya, ini adalah keruntuhan Rusia historis di bawah nama Uni Soviet," kata pemimpin berusia 69 tahun itu, dilansir dari France 24, Senin, 13 Desember 2021.

Seorang pelayan setia Uni Soviet, Putin menyebut runtuhnya USSR sebagai "bencana geopolitik terbesar di abad ke-20."

Putin cenderung sensitif terhadap kemungkinan adanya ekspansi militer Barat ke negara-negara pecahan Uni Soviet. Pekan ini, Rusia meminta Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menyingkirkan keputusan di tahun 2008 mengenai wacana menerima Georgia dan Ukraina sebagai anggota baru.

Baca:  Apakah Rusia Benar-Benar Akan Menginvasi Ukraina?

Runtuhnya Uni Soviet memicu periode ketidakstabilan ekonomi yang membuat banyak warga jatuh miskin, di saat Rusia mengalami transisi dari komunisme ke kapitalisme.

Kembali mengutip dari film dokumenter "Russia. Recent History," RIA-Novosti melaporkan bahwa Putin ternyata pernah bekerja sebagai sopir taksi untuk meningkatkan penghasilannya setelah keruntuhan Uni Soviet.

"Terkadang, saya harus mendapat uang tambahan," ujar Putin.

"Uang tambahan saya dapat dari mobil sebagai sopir pribadi. Sejujurnya, saya tidak terlalu nyaman membicarakan hal ini, tapi kenyataannya memang seperti itu," pungkasnya.

Rusia merupakan pusat dari Uni Soviet yang berkembang dengan menggandeng 15 republik, mulai dari area Baltik di Barat hingga ke Asia Tengah. Pada 1991, Uni Soviet runtuh akibat krisis ekonomi dan Rusia menjadi sebuah negara independen. (Nadia Ayu Soraya)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id