comscore

Blinken: AS Siap Mendengar Jika Rusia Tak Usik Ukraina

Marcheilla Ariesta - 10 Januari 2022 16:27 WIB
Blinken: AS Siap Mendengar Jika Rusia Tak Usik Ukraina
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. (EVELYN HOCKSTEIN / POOL / AFP)
Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengaku tidak berharap akan adanya terobosan dalam pertemuan dengan delegasi Rusia hari ini, Senin, 10 Januari 2022. Namun ia menegaskan kembali bahwa AS siap mendengarkan kekhawatiran Rusia asalkan Moskow tidak mengusik negara tetangganya, Ukraina.

Menurut Blinken, kemajuan terkait ketegangan saat ini akan sulit tercapai, kecuali jika Rusia mengurangi aktivitasnya di dekat perbatasan Ukraina.

 



"Sulit untuk melihat kemajuan nyata jika atmosfernya tidak kondusif, jika ada sebuah pistol yang diarahkan ke kepala Ukraina," kata Bliken, dilansir dari CNN.

"Jika kita benar-benar akan membuat kemajuan, kita harus melakukan deeskalasi. Rusia perlu menarik ancamannya yang saat ini terarah ke Ukraina," lanjutnya.

AS dan Rusia akan bertemu hari ini di Jenewa untuk dialog tingkat tinggi dalam mencegah terjadinya perang. Ketegangan ini dipicu langkah Rusia yang menumpuk pasukan di dekat perbatasan Ukraina. AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) khawatir Rusia dapat sewaktu-waktu menginvasi Ukraina.

Rusia membantahnya, dan mengaku hanya ingin meminta jaminan keamanan kepada AS dan juga NATO.

Saat ditanya apakah pertemuan hari ini difokuskan pada seputar permintaan Rusia, Blinken membantahnya. "Mengapa kami (AS) di sini hari ini? Kami di sini karena dalam satu dekade terakhir, Rusia terus melakukan agresi terhadap Georgia, Moldova, dan Ukraina di tahun 2014. Kini, ancamannya kembali mengarah ke Ukraina," tuturnya.

"Kedua, ada prinsip besar yang dipertaruhkan, yang menjadi dasar perdamaian dan keamanan internasional," lanjut dia.

Ia menegaskan bahwa AS dan para mitra internasional akan menegaskan bahwa agresi Rusia merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima. Menurutnya, pertemuan hari ini bukan untuk membuat sebuah konsesi.

"(Pertemuan hari) Ini dilakukan dalam konteks dialog dan diplomasi. Apakah ada hal yang dapat dilakukan semua pihak untuk mengurangi ketegangan," terangnya.

Seperti AS, Rusia juga merasa tidak akan ada kemajuan berarti dalam dialog dengan AS dan NATO. Menurut Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, mengharapkan adanya kemajuan dalam pertemuan hari ini merupakan sesuatu yang "naif."

Baca:  Jelang Pertemuan AS dan NATO, Rusia Peringatkan Potensi Memburuknya Situasi

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id