comscore

Saat Banjir Melanda Bahia, Presiden Brasil Malah Pergi Berlibur

Medcom - 29 Desember 2021 12:43 WIB
Saat Banjir Melanda Bahia, Presiden Brasil Malah Pergi Berlibur
Warga menggunakan perahu kayu di area terdampak banjir di Ilheus, Brasil, 28 Desember 2021. (Laura LOPES / AFP)
Bahia: Setidaknya 20 orang tewas dan lebih dari 50 ribu lainnya mengungsi akibat banjir besar yang melanda Bahia, Brasil. Hal ini disampaikan pihak berwenang setempat pada Selasa, 28 Desember.

Di saat curah hujan memuncak di Brasik pada Senin kemarin, Presiden Jair Bolsonaro pergi ke wilayah selatan negara itu untuk berlibur. Ia diperkirakan akan kembali ke Bahia pada awal tahun 2022.
"Saya harap saya tidak perlu kembali lebih awal," tutur Bolsonaro, berbicara dari pasir pantai Forte, di São Francisco do Sul, dilansir dari WA Today, Rabu, 29 Desember 2021,

Bolsonaro langsung mendapat gelombang kritik di media sosial karena mengambil cuti selama krisis.

"Sementara rakyat kita kelaparan, mengalami pengangguran, inflasi, epidemi dan bencana alam seperti di Bahia, Bolsonaro berlibur!,” tulis senator oposisi, Randolfe Rodrigues di Twitter.

Intensnya terjangan banjir yang mengalir melalui daerah pesisir membuat banyak orang Brasil terhuyung-huyung. "Kami mengalami bencana dengan kematian," kata Gubernur Bahia, Rui Costa.

Saat dua bendungan jebol di Bahia jebol dan membuat banyak daerah terkena luapan air, atap rumah merupakan satu-satunya yang bisa dilihat petugas. Tim penyelamat menggunakan perahu dan helikopter untuk masuk ke bagian Ilhéus, Itabuna, Irec dan ratusan kota lainnya.

Baca:  Diguyur Hujan Deras, Dua Bendungan di Brasil Jebol

Sejumlah negara tetangga Brasil juga diketahui mengirim pesawat dan petugas pemadam kebakaran untuk membantu polisi dan anggota angkatan bersenjata. Para sukarelawan membagikan sumbangan makanan, kasur, serta selimut untuk komunitas termiskin.

Layaknya wilayah besar dan kecil di seluruh dunia yang terganggu oleh perubahan iklim, Bahia telah mengalami cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.

Selama lima tahun terakhir, Bahia dan tetangganya di timur laut telah menderita kekeringan yang parah. Namun, awal bulan ini, langit terbuka dan selama berminggu-minggu Bahia dilanda curah hujan yang luar biasa tinggi.

Banjir di Bahia dinilai dapat menghambat perjuangan Brasil dalam melawan pandemi Covid-19. Costa mengatakan, beberapa kota di Bahia telah kehilangan semua persediaan obat-obatan dan vaksin untuk melawan Covid-19. (Nadia Ayu Soraya)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id