comscore

AS Apresiasi Undangan Jokowi ke Zelensky, Namun Menentang Kehadiran Putin di G20

Willy Haryono - 30 April 2022 17:46 WIB
AS Apresiasi Undangan Jokowi ke Zelensky, Namun Menentang Kehadiran Putin di G20
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki saat berbicara dengan awak media di Washington, Jumat, 29 April 2022. (Sarah Silbiger / Getty / AFP)
Washington: Indonesia mengabaikan sikap penentangan Amerika Serikat (AS) dengan tetap mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November mendatang. Di waktu bersamaan, Indonesia juga mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang negaranya telah diinvasi Rusia sejak 24 Februari.

Memegang Presidensi G20 tahun ini, Indonesia berada di bawah tekanan berat dari AS dan para sekutu Barat untuk tidak mengundang Rusia terkait invasi Ukraina. Namun pemerintah RI berkukuh harus tetap bersikap "imparsial" dalam menyikapi perang Rusia-Ukraina.
"Saya telah mengundang Presiden Zelensky untuk menghadiri KTT G20," kata Presiden Joko Widodo pada Jumat kemarin. Jokowi juga menelepon Putin, dan orang nomor satu di Rusia itu mengonfirmasi akan hadir dalam KTT G20 tahun ini. Rusia adalah bagian dari G20, sementara Ukraina bukan negara anggota.

Menyikapi keputusan Presiden Jokowi, pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden memberikan respons.

"Presiden (Biden) telah mengekspresikan secara publik penentangannya terhadap kehadiran Presiden Putin di G20. Untuk kehadiran (Presiden) Ukraina, kami menyambut baik hal tersebut," katta juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu, 30 April 2022.

"Kami telah menyampaikan pandangan kami bahwa kami merasa (Rusia) tidak seharusnya menjadi bagian (dari KTT G20), baik di level publik atau privat," sambung dia kepada awak media.

Ia menambahkan Washington juga memahami bahwa undangan tertulis Indonesia kepada Rusia untuk menghadiri KTT G20 dilakukan "sebelum invasi."

Baca:  Diundang Jokowi, Putin Pastikan Akan Hadir di KTT G20

"Amerika Serikat terus meyakini bahwa partisipasi Rusia di dalam komunitas dan institusi internasional tidak dapat diperlakukan seperti business as usual," sebut deputi juri bicara Kementerian Luar Negeri AS, Jalina Porter, saatt ditanya reporter mengenai undangan Indonesia kepada Putin.

Ia tidak berkomentar mengenai apakah AS akan tetap datang ke KTT G20 tahun ini atau tidak.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id