Jumlah Kasus Positif Korona di AS Lampaui Tiongkok

    Fajar Nugraha - 27 Maret 2020 06:32 WIB
    Jumlah Kasus Positif Korona di AS Lampaui Tiongkok
    Warga AS masuk ke dalam pemeriksaan cepat covid-19. Foto: AFP
    Washington: Amerika Serikat (AS) sekarang mencatat kasus virus korona covid-19 terbesar di dunia. Total kasusnya telah melampaui Tiongkok.

    Kasus-kasus virus korona di AS telah mencapai jumlah total di Tiongkok dan Italia, menjadikan AS sebagai pusat wabah global.

    “Di AS, kasus yang dikonfirmasi mencapai 82.404 pada Kamis malam, melampaui 81.782 Tiongkok dan 80.589 di Italia. Jumlah total kasus yang dikonfirmasi secara global adalah 526.044,” menurut para peneliti di Universitas Johns Hopkins, seperti dikutip AFP, Jumat, 27 Maret 2020.

    Sejak AS melaporkan kasus virus korona pertamanya pada 20 Januari, lebih dari 1.100 orang di negara itu telah meninggal karena penyakit itu. Namun korban tewas di Italia dan Tiongkok lebih tinggi.

    Banyak kasus baru di AS ada di kota-kota besar, seperti New York dan New Orleans, tempat penduduk yang padat membuat penyebaran virus lebih cepat. Para wali kota dan gubernur mengatakan bahwa pasien dengan virus itu dapat membanjiri rumah sakit, yang akan berkontribusi pada meningkatnya jumlah kematian.

    Untuk menghentikan penyebaran virus, warga di banyak kota dan negara bagian AS berada di bawah perintah penguncian ketat. Warga hanya diperbolehkan meninggalkan rumah mereka hanya untuk berbelanja dan mengurus kegiatan penting lainnya.

    Menurut data dari Worldometer, kasus virus korona memuncak di Tiongkok pada pertengahan Februari. Negeri Tirai Bambu langsung memerangi virus itu dengan tindakan karantina ketat yang mencakup 60 juta orang di Provinsi Hubei, tempat wabah itu bermula.

    Kondisi kembali normal di Tiongkok, tetapi AS memiliki jalan panjang di depan, dan kejatuhan ekonomi dari penutupan yang meluas telah mempengaruhi jutaan pekerja dan perusahaan.

    “Klaim pengangguran mingguan AS hingga 21 Maret berjumlah 3,28 juta. Menurut Departemen Tenaga Kerja angka ini melebihi perkiraan konsensus analis 1,5 juta. Jumlah tersebut naik dari 281.000 pada minggu sebelumnya, yang sudah menandai tertinggi dua tahun,” sebut analis Business Insider, Carmen Reinicke.

    Tetapi dengan langkah ketat, ada tanda-tanda awal bahwa penutupan menyeluruh membantu menghalau penyebaran virus.

    Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan pada Rabu bahwa langkah-langkah menjauhkan sosial agresif di negara bagian mulai memperlambat penyebaran virus. New York adalah pusat wabah AS, dengan hampir separuh kasus negara itu.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id