comscore

Kepada Macron, Biden Mengakui Penanganan AUKUS 'Kurang Elegan'

Willy Haryono - 30 Oktober 2021 15:25 WIB
Kepada Macron, Biden Mengakui Penanganan AUKUS Kurang Elegan
Presiden AS Joe Biden (kiri) berbicara mengenai AUKUS bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela KTT G20 di Roma, Italia, 29 Oktober 2021. (Brendan SMIALOWSKI / AFP)
Roma: Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengakui bahwa pembentukan kemitraan trilateral AUKUS cenderun "kikuk" dan tidak elegan sehingga merugikan Prancis. Karena AUKUS, perjanjian pembelian kapal selam buatan Prancis untuk Australia dibatalkan secara sepihak.

Prancis sempat marah besar, dan menarik duta besarnya dari Australia dan AS. Biden mencoba memperbaiki ketegangan tersebut.
Dalam rangkaian KTT G20 di Roma, Italia, Biden bertemu langsung Presiden Prancis Emmanuel Macron dan berbicara dengan AUKUS. Biden mengakui bahwa situasi seputar AUKUS seharusnya dapat ditangani secara lebih baik.

"(Penanganan AUKUS) berlangsung kikuk, tidak dilakukan secara elegan," kata Biden kepada Macron, dikutip dari nzherald, Sabtu, 30 Oktober 2021.

"Saya mengira Prancis sudah diinformasikan sejak lama bahwa perjanjian (kapal selam dengan Australia) tidak akan berlanjut. Ternyata tidak demikian," sambungnya.

Macron menerima penjelasan Biden, yang hanya menggunakan kata "kikuk" ketimbang "maaf." Saat ditanya apakah Prancis dan AS sudah berbaikan, Macron menjawab: "Kami telah mengklarifikasi apa yang harus diklarifikasi."

Dua hari sebelumnya, Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah berbicara dengan Macron via telepon untuk mengklarifikasi seputar AUKUS.

Kantor kepresidenan Prancis mengatakan bahwa Macron berharap Australia dapat berbuat lebih baik lagi dalam memulihkan hubungan. Sementara kantor PM Australia mengklaim dialog antara Morrison dan Macron berlangsung "produktif."

Baca:  Kisruh Kapal Selam Nuklir, PM Australia Disebut ‘Penipu’

Menurut Istana Elysee di Paris, Macron mengatakan kepada Morrison bahwa keputusan terkait AUKUS telah "merusak" kepercayaan antar kedua negara.

"Sekarang tergantung dari Pemerintah Australia untuk mengajukan langkah nyata yang mewakili otoritas tertinggi Negeri Kanguru dalam medefinisikan ulang basis hubungan bilateral kita," tulis pernyataan dari Paris.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id