Pertama Kalinya, AS Terbitkan Paspor Menunjukkan Jenis Kelamin ‘X’

    Medcom - 28 Oktober 2021 14:19 WIB
    Pertama Kalinya, AS Terbitkan Paspor Menunjukkan Jenis Kelamin ‘X’
    Bendera Pelangi dikibarkan Menteri Energi Amerika Serikat Jennifer Granholm. Foto: AFP



    Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan paspor pertama dengan jenis kelamin 'X'. Ini menjadi sebuah langkah berharga bagi sejumlah warga di luar kategori laki-laki atau perempuan.

    Dilansir dari Yahoo News, Kamis, 28 Oktober 2021, Kementerian Luar Negeri AS pun mengatakan, peluncuran paspor ini akan membuat opsi tersebut  tersedia secara rutin pada awal 2022, baik untuk paspor dan akta kelahiran warga AS di luar negeri.

     



    “Saya ingin menegaskan kembali, pada kesempatan penerbitan paspor ini, komitmen Kementerian Luar Negeri untuk mempromosikan kebebasan, martabat, dan kesetaraan semua orang, termasuk orang-orang lesbian, gay, biseksual, transgender, queer, dan lain-lain (LGBTQ+),” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price dalam sebuah pernyataan.

    Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken disebut telah berjanji untuk mengatasi masalah ini pada Juni lalu. Namun, ia mengatakan, terdapat rintangan teknologi yang perlu ditangani.

    Di bawah Blinken, Kementerian Luar Negeri AS juga mengizinkan pemegang paspor AS untuk memilih jenis kelamin guna dicantumkan pada bagian paspor.

    Sebelumnya, warga AS diketahui memerlukan sertifikasi medis, apabila mereka ingin menandai jenis kelamin di paspor mereka yang berbeda dari akta kelahiran atau dokumen lainnya. 

    Sebuah kelompok advokasi terkemuka untuk hak-hak LGBTQ+, Kampanye Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan, kebijakan paspor baru itu 'bersejarah'.

    “Langkah itu akan mengurangi risiko diskriminasi, pelecehan, dan kekerasan yang dihadapi oleh jutaan orang Amerika non-biner, interseks, dan gender yang tidak sesuai dengan gender yang bepergian ke luar negeri,” ujar Wakil Presiden Senior Kebijakan & Urusan Politik Kelompok tersebut, JoDee Winterhof.

    Winterhof menegaskan, AS harus mendorong pemerintah lain di seluruh dunia untuk mengikuti langkah ini dalam mengadopsi kebijakan inklusif.

    Kini, sebuah kelompok advokasi lain yang berbasis di London, Inggris, Jaringan Pengusaha untuk Kesetaraan dan Inklusi (ENEI) mencatat, setidaknya 11 negara lain sudah memiliki opsi 'X' atau 'lainnya' untuk paspor.

    Sejumlah negara tersebut termasuk Kanada, Jerman, Argentina, India, Nepal, Pakistan, dan warisan konsep bersejarah Asia Selatan terkait “hijra” interseks atau transgender.

    Kementerian Luar Negeri AS diketahui membuat pengumuman pada Minggu, 24 Oktober 2021, yang menjadi Hari Kesadaran Interseks. Mereka berjanji untuk mendukung orang-orang yang menghadapi diskriminasi atas identitas gender.

    Presiden AS, Joe Biden pun telah berjanji untuk menjadikan advokasi hak-hak LGBTQ sebagai prioritas utama pemerintahannya. Langkah ini adalah perubahan besar dari  pemerintahan Donald Trump sebelumnya, dimana pendahulu Blinken, Mike Pompeo, melarang kedutaan AS untuk mengibarkan bendera pelangi yang menandakan kelompok LGBTQ. (Nadia Ayu Soraya)

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id