comscore

Ini Cara FBI Menangkap Pasangan Penjual Desain Kapal Perang Nuklir AS

MetroTV - 12 Oktober 2021 11:31 WIB
Ini Cara FBI Menangkap Pasangan Penjual Desain Kapal Perang Nuklir AS
FBI ungkap praktik jual desain kapal selam nuklir AS. Foto: Tangkapan layar Metro TV
Washington: Agen Investigasi Federal (FBI) punya banyak cara untuk mengungkap kejahatan yang bisa membahayakan pemerintahan Amerika Serikat. Salah satunya adalah dengan teknik penyamaran. 

Dan cara lama ini ternyata berhasil membekuk pasangan suami-istri. Ya, upaya pasangan Jonathan Toebe dan Diana Toebbe digagalkan setelah mencoba menjual desain kapal perang bertenaga nuklir kepada orang yang diyakini perwakilan dari negara asing.
"Jonathan yang memegang izin sebagai insinyur di angkatan laut Amerika Serikat telah membocorkan rahasia militer yang bersifat sensitif tentang kapal nuklir dalam skema yang berlangsung hampir setahun," demikian disiarkan Presenter Metro TV, Leonard Samosir, dalam tayangan Headline News, di Metro TV, Selasa, 12 Oktober 2021.

Pelaku didakwa melanggar Undang-undang Energi Atom melalui sidang yang digelar pada Desember 2020. Jonathan telah mengirim paket sebagai upaya membangun hubungan rahasia dengan perwakilan negara asing yang diidentifikasi dengan sebutan “COUNTRY 1”

Paket merupakan data terbatas dan rahasia yang berisi contoh desain kapal perang nuklir untuk menarik minat pembeli. Ia juga menjanjikan akan memberikan informasi tambahan setelah terjadi kesepakatan.

Jonathan Toebbe bekerja sama dengan istrinya untuk bertukar data tentang reaktor nuklir bawah laut. Harga data ini menggiurkan, yakni sekitar USD100 ribu (setara Rp1,4 miliar). Keduanya mencoba menjual dalam mata uang kripto.

Upaya tersebut gagal saat FBI menyamar sebagai peminat. Dalam penyamarannya, agen FBI mencegat paket itu dengan menyamar sebagai perwakilan pemerintah asing untuk menjalin hubungan dengan pasangan itu.

Baca: Jual Data Informasi Kapal Perang Nuklir, Pasangan AS Ditangkap

Agen menggunakan nama samaran "Alice" melalui sebuah email yang menawarkan hadiah sebagai ucapan terima kasih atas datanya. Toebbe sempat menanggapi email itu dengan hati-hati, malah meminta untuk menyiapkan lokasi “dead drop” dan dibayar dalam cryptocurrency.

Di bulan-bulan berikutnya, pasangan ini mentransfer beberapa kartu SD data ke agen. "Kartu SD itu dibungkus plastik dan ditempatkan di antara dua potong roti di atas setengah sandwich selai kacang," kata agen tersebut.

Kartu SD lainnya disembunyikan dalam paket permen karet dan pembungkus Band-Aid yang disegel, dengan Band-Aid masih ada di dalamnya. (Imanuel Rymaldi Matatula)


(UWA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id