Ribuan Pedemo Minta Pemerintah Inggris Hentikan Kebrutalan Israel

    Willy Haryono - 16 Mei 2021 18:04 WIB
    Ribuan Pedemo Minta Pemerintah Inggris Hentikan Kebrutalan Israel
    Demonstran mengibarkan bendera Palestina dalam aksi unjuk rasa di kota London, Inggris pada 15 Mei 2021 (DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP)



    London: Ribuan warga berunjuk rasa di sepanjang wilayah pusat London dalam mendukung Palestina di tengah pertempuran antara pasukan Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza. Para pedemo meminta Pemerintah Inggris untuk menghentikan "aksi kekerasan brutal Israel terhadap masyarakat Palestina."

    Dari wilayah pusat London, ribuan demonstran berjalan ke depan gedung Kedutaan Besar Israel sembari meneriakkan yel-yel "bebaskan Palestina."

     



    Aksi saling serang antara pasukan Israel dan Hamas telah menewaskan 145 orang di Jalur Gaza, termasuk 41 anak-anak. Sementara di kubu Israel, delapan hingga 10 orang tewas akibat terkena serangan roket Hamas, satu di antaranya bocah berusia 5 tahun.

    Demonstrasi di London digelar oleh kelompok Palestine Solidarity Campaign, Friends of Al-Aqsa, Palestinian Forum in Britain, Stop The War Coalition, Campaign for Nuclear Disarmament dan the Muslim Association of Britain.

    "Penting bagi Pemerintah Inggris untuk segera mengambil tindakan," ucap juru bicara koordinator aksi, dilansir dari laman BBC pada Minggu, 16 Mei 2021.

    "Pemerintah tidak boleh membiarkan aksi kebrutalan Israel melanda masyarakat Palestina," sambungnya.

    Koordinator aksi menegaskan bahwa serangan udara di Jalur Gaza, yang sebagian di antaranya menewaskan masyarakat sipil, adalah sebuah "kejahatan perang."

    Menurut para demonstran, Inggris dapat dianggap sebagai kaki tangan jika terus menyalurkan bantuan militer, diplomatik dan keuangan kepada Israel.

    Baca:  PM Israel Tegaskan Serangan ke Gaza akan Berlangsung 'Selama Mungkin'
     
    Hari Minggu Pagi ini, serangan udara Israel mengenai beberapa bangunan dan ruas jalan di kota Gaza. Sejumlah foto memperlihatkan sebuah kawah besar yang terbentuk dari serangan udara Israel.
     
    Kawah tersebut menghalangi akses menuju Shifa, rumah sakit terbesar di kota Gaza.
     
    Satu hari sebelumnya, serangan udara Israel menewaskan 10 orang dari satu keluarga yang sama. Serangan udara Israel juga menghancurkan sebuah menara tempat berdirinya sejumlah kantor media internasional, termasuk Al Jazeera dan Associated Press (AP).

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id