500 Ribu Warga Meninggal Akibat Covid-19, Biden: AS akan Tersenyum Lagi

    Willy Haryono - 23 Februari 2021 07:02 WIB
    500 Ribu Warga Meninggal Akibat Covid-19, Biden: AS akan Tersenyum Lagi
    Presiden AS Joe Biden dan Wapres Kamala Harris peringati kematian 500.000 warga akibat covid-19. Foto: AFP
    Washington: Presiden Amerika Serikat  (AS) Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris melakukan hening sejenak selama upacara penyalaan lilin di Gedung Putih Senin 22 Februari waktu setempat. Mereka  mengenang lebih dari 500.000 orang di negara itu yang telah meninggal akibat covid-19.

    Kedua pemimpin meminta rakyat Amerika untuk bergabung dengan mereka memberikan penghormatan kepada mereka yang meninggal akibat pandemi virus korona.

    Baca: AS Berduka Disaat 500.000 Nyawa Melayang karena Covid-19.

    Biden menyerukan untuk menurunkan bendera federal menjadi setengah tiang selama lima hari ke depan, karena jumlah kematian melewati tonggak yang suram. Presiden mengutip jumlah korban tewas di atas 500.000, sementara hitungan menurut database New York Times belum mencapai angka itu.

    "Kami sering mendengar orang digambarkan sebagai orang Amerika biasa," kata Biden dalam pidato yang disiarkan televisi sebelum upacara, seperti dikutip The New York Times, pada Senin 22 Februari 2021 waktu AS atau Selasa 23 Februari 2021 waktu Indonesia.

    “Tidak ada yang biasa dari mereka. Orang-orang yang hilang dari kami luar biasa, mereka menjangkau beberapa generasi, lahir di Amerika dan berimigrasi ke Amerika. Tapi begitu saja, begitu banyak dari mereka yang mengambil napas terakhir sendirian di Amerika,” jelas Biden.

    Andy Slavitt, penasihat pandemi Gedung Putih mengatakan,”Setiap orang yang tersesat adalah seseorang yang hidup dan hadiahnya dipersingkat.”

    “Doa kami tertuju kepada semua orang yang berduka untuk orang-orang terkasih yang sangat dirindukan. Bagi kami di pemerintahan, kesempatan ini membuat kami lebih bertekad untuk membalikkan keadaan covid-19 sehingga kerugian dapat mereda dan penyembuhan dapat dimulai,” tutur Slavitt.

    Menurut database The New York Times, meskipun jumlah kematian setiap hari tetap tinggi, ada tanda-tanda perbaikan di seluruh negeri. Sejak pertengahan Januari, jumlah rawat inap di AS terus menurun dengan cepat. Jumlah kasus baru telah menurun lebih dari 40 persen selama dua minggu terakhir dan turun 70 persen sejak titik tertingginya pada 8 Januari.

    Para ahli memuji penurunan tersebut, sebagian, karena pemakaian masker yang meluas, jarak sosial dan vaksinasi. Sekitar 12 persen orang di negara itu telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, dan sekitar 5 persen telah divaksinasi penuh.

    "Sebagai bangsa, tidak bisa menerima nasib yang begitu kejam," kata Biden.

    “Bangsa ini akan tersenyum lagi,” tambahnya.

    “Bangsa ini akan mengetahui hari-hari cerah lagi. Bangsa ini akan tahu kegembiraan lagi. Dan saat kita melakukannya, kita akan mengingat setiap orang yang hilang, nyawa yang mereka jalani, dan orang yang mereka cintai yang telah mereka tinggalkan. Kami akan melewati ini. Saya berjanji kepadamu,” pungkas Biden.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id