22 Juta Warga AS Sudah Gunakan Hak Suara Sebelum Pilpres

    Willy Haryono - 17 Oktober 2020 09:01 WIB
    22 Juta Warga AS Sudah Gunakan Hak Suara Sebelum Pilpres
    Seoran warga di Virginia menggunakan hak suara dalam pilpres lebih awal pada 18 September 2020. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP
    Washington: Jutaan warga Amerika Serikat sudah menggunakan hak suara mereka menjelang pemilihan umum presiden pada 3 November mendatang. Menurut data US Election Project hingga Jumat, 16 Oktober, lebih dari 22 juta warga AS sudah memilih capres mereka, baik itu melalui prosedur pemilihan langsung maupun dengan surat yang dikirim via pos.

    Pada periode yang sama saat pilpres AS 2016, sekitar enam juta warga menggunakan hak suara mereka lebih awal dari hari pemilihan.

    Sejumlah pakar menilai lonjakan suara dini ini berkaitan dengan pandemi virus korona (covid-19). Banyak orang cenderung mencari alternatif lain ketimbang harus beramai-ramai datang saat hari pemilihan.

    Selasa kemarin, negara bagian Texas memecahkan rekor jumlah surat suara di hari pertama pemilihan dini. Satu hari sebelumnya. negara bagian Georgia juga memecahkan rekor yang sama.

    Di Ohio, salah satu negara bagian krusial dalam pilpres AS, sudah memesan lebih dari 2,3 juta surat suara untuk pemilihan dini. Angka tersebut dua kali lipat lebih banyak dari 2016.

    Sejumlah laporan mengindikasikan bahwa jumlah warga yang menggunakan hak suara mereka secara dini lebih banyak berasal dari Partai Demokrat ketimbang Partai Republik. Dari total mereka yang memilih dini, sebagian besarnya adalah perempuan dan warga Afrika Amerika.

    Sebagian dari mereka yang menggunakan hak suara lebih awal terdorong atas ketidaksukaan terhadap petahana Donald Trump. Sebagian lainnya terdorong rasa semangat dalam aksi unjuk rasa menentang diskriminasi rasial di AS terkait kematian George Floyd.

    Namun keuntungan dini ini bukan berarti Demokrat sudah mengklaim kemenangan. Republik, yang mengklaim pemilihan melalui pos rentan dicurangi, mengakui bahwa Demokrat mungkin menang di fase awal. Republik optimistis akan meraih banyak suara di hari pemilihan.

    Menurut studi dari Brennan Center for Justice pada 2017, rata-rata kecurangan dalam pilpres di AS berkisar 0.00004 dan 0.0009 persen.


    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id