Warga Inggris Diminta Tidak Mudik di Hari Ibu

    Willy Haryono - 22 Maret 2020 09:00 WIB
    Warga Inggris Diminta Tidak Mudik di Hari Ibu
    Warga mengenakan masker dalam mengantisipasi covid-19 di dekat gedung parlemen di London, Inggris, 12 Maret. (Foto: Isabel Infantes/AFP/Getty)
    London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengimbau semua warga di seantero Britania Raya untuk tidak mudik dan menemui orang tua masing-masing di Hari Ibu pada hari ini, Minggu 22 Maret 2020. Imbauan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Inggris dalam menekan angka penyebaran virus korona (covid-19).

    Dalam sebuah pidato nasional, PM Johnson mengatakan bahwa sistem kesehatan di Inggris atau NHS terancam "terbebani melampaui kapasitas" seperti yang sudah terjadi di Italia. Untuk menghindari hal tersebut, PM Johnson meminta semua warga Inggris untuk patuh terhadap imbauan menjaga jarak sosial atau "social distancing."

    Pernyataan PM Johnson disampaikan usai sejumlah menteri mengeluarkan pernyataan gabungan, meminta agar 1,5 juta warga dari kelompok paling rentan di Inggris untuk "melindungi diri" dari ancaman covid-19 di rumah masing-masing.

    Surat resmi dari Pemerintah Inggris akan dikirim ke 1,5 juta warga tersebut, yang isinya adalah meminta agar mereka semua tetap berada di dalam rumah untuk setidaknya 12 pekan mulai Senin 23 Maret.

    Khusus bagi warga Inggris yang tidak mendapat dukungan keluarga dan sahabat, pemerintah akan mengantarkan langsung berbagai kebutuhan pokok ke rumah mereka. Skema pengantaran kebutuhan pokok ini akan didukung oleh personel militer Inggris.

    Jumat kemarin, pemerintahan PM Johnson mengumumkan bahwa semua bar, restoran, bioskop, dan teater, akan ditutup demi meminimalisasi kontak antar warga di tengah perang melawan covid-19.

    Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins, jumlah kasus covid-19 di Britania Raya mencapai 5.067 dengan 233 kematian.

    Beberapa pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa Eropa kini telah menjadi pusat pandemi dari covid-19, virus yang pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir Desember 2019. Italia menjadi negara terparah dilanda covid-19 di benua Eropa, dengan jumlah kasus melampaui 53 ribu dengan 4.825 kematian dan 6.072 pasien sembuh.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id