comscore

Tak Ada WNI Jadi Korban Penembakan di SD Texas

Marcheilla Ariesta - 25 Mei 2022 15:17 WIB
Tak Ada WNI Jadi Korban Penembakan di SD Texas
Penembakan di sebuah SD di Texas, Amerika Serikat tewaskan 19 murid dan dua guru./AFP
Jakarta: Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan tidak ada korban WNI dalam penembakan di Sekolah Dasar Robb (SD Uvalde) di Texas, Amerika Serikat (AS). Kejadian tersebut menewaskan 19 murid dan dua guru.

"Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban WNI," ucap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemenlu RI, Rabu, 25 Mei 2022.
Insiden penembakan terjadi pada Selasa, 24 Mei 2022 sekitar pukul 11.32 waktu setempat. Pelaku dilaporkan ditembak mati oleh aparat keamanan setempat.

"KJRI Houston telah mengeluarkan imbauan kepada WNI untuk berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan," sambung Judha.

Ia menambahkan, WNI diminta untuk melaporkan situasi darurat ke aparat keamanan setempat dan perwakilan RI di sana.

Berdasarkan data KJRI Houston, terdapat sekitar 10 ribu WNI yang menetap di Texas. Sebanyak 50 diantaranya tinggal di wilayah San Antonio.

Baca juga: Penembakan Massal di SD Texas, Biden Serukan Reformasi Aturan Senjata Api

Gubernur Greg Abbott pada konferensi pers mengatakan, penyerang merupakan pemuda 18 tahun.

"Penyerang adalah seorang pria berusia 18 tahun, yang meninggalkan kendaraannya dan memasuki sekolah dengan pistol dan mungkin senapan," kata Abbott.

Akibat insiden tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyerukan reformasi senjata api. "Apa yang membuat saya tak habis pikir adalah, penembakan massal seperti ini jarang terjadi di tempat mana pun di dunia," sebut Biden.
 
"Mengapa? Padahal negara-negara lain juga memiliki masalah kesehatan mental. Mereka juga memiliki masalah kekerasan rumah tangga. Mereka juga memiliki warga yang dapat dikatakan tersesat. Tapi penembakan massal dengan frekuensi sesering ini hanya terjadi di Amerika," sambungnya.
 
Biden mengaku telah menyerukan reformasi kepada Kongres AS, meminta para politisi untuk meloloskan aturan senjata api yang dapat diterima oleh "akal sehat."
 
Salah satu poin dalam reformasi yang diinginkan Biden meliputi larangan senapan serbu yang masa berlakunya sudah kedaluwarsa.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id