Indonesia Tegaskan Ketidaksetaraan Vaksin Adalah Diskriminasi

    Marcheilla Ariesta - 23 September 2021 02:34 WIB
    Indonesia Tegaskan Ketidaksetaraan Vaksin Adalah Diskriminasi
    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam sesi Deklarasi dan Program Aksi Durban (DDPA) di New York, Kamis, 23 September 2021. Foto: Istimewa



    New York: Indonesia kembali menyerukan kesetaraan vaksin covid-19 di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan ketidaksetaraan sama dengan diskriminasi.

    "Pandemi covid-19 telah menghadapkan kita pada bentuk baru ketidaksetaraan dan diskriminasi," seru Retno dalam sesi Deklarasi dan Program Aksi Durban (DDPA) di New York, Kamis, 23 September 2021.

     



    Menurut dia, dari enam miliar dosis vaksin yang diberikan di tingkat global, hanya dua persen yang telah disalurkan kepada Afrika. Sebanyak 80 persen vaksin dibagikan kepada negara-negara berpenghasilan menengah ke atas.

    "Ini menunjukkan ketidaksetaraan mendalam terhadap respons pandemi," imbuh Retno.

    Baca: AS Tambah 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Untuk Dibagikan ke Seluruh Dunia

    Ia menyebut diskriminasi terhadap jenis vaksin tertentu juga meluas. Masalah ini dinilai amat memprihatinkan, terlebih di tengah pandemi covid-19. DPPA didesak menyerukan kesetaraan dan nondiskriminasi.

    "Dengan demikian, kita harus memastikan semua orang, di mana saja dapat divaksinasi lebih cepat," ungkap dia.

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     


    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id