Rusia Tuduh Ukraina Kerahkan Separuh Pasukan Militernya ke Perbatasan

    Willy Haryono - 01 Desember 2021 22:00 WIB
    Rusia Tuduh Ukraina Kerahkan Separuh Pasukan Militernya ke Perbatasan
    Pasukan Ukraina bersiaga di wilayah Troitske. (AFP)



    Moskow: Rusia menuduh Ukraina telah mengerahkan separuh dari total pasukan nasionalnya -- berkisar 125 ribu personel -- ke area perbatasan di wilayah timur. Tidak hanya itu, Moskow juga mengatakan bahwa Kiev telah melakukan latihan musim dingin.

    Pernyataan Rusia disampaikan di tengah ketegangannya dengan Ukraina, dan di saat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) baru saja mendiskusikan isu tersebut.

     



    NATO khawatir Rusia dapat sewaktu-waktu menginvasi Ukraina karena saat ini jumlah pasukannya sudah menumpuk cukup banyak di area perbatasan. Kremlin berulang kali membantah tuduhan tersebut, dan justru balik menuding NATO dan Ukraina sebagai agresor.

    "Militer Ukraina meningkatkan kekuatannya, membawa peralatan tempur dan personel (ke perbatasan)," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

    Ia mengatakan bahwa menurut beberapa laporan, jumlah pasukan Ukraina di wilayah perbatasan Donbass telah mencapai 125 ribu. "Itu adalah separuh dari total personel militer Ukraina," tutur Zakharova, dikutip dari Independent.

    Ukraina menolak berkomentar atas pernyataan terbaru Kemenlu Rusia.

    Berbicara kepada parlemen pada Rabu ini, 1 Desember 2021, Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Kiev perlu berbicara langsung dengan Moskow untuk menurunkan ketegangan di area Donbass.

    Zelensky berbicara di parlemen usai Ukraina memkinta bantuan NATO untuk menyiapkan sanksi ekonomi kepada Rusia dan meningkatkan dukungan militer kepada Kiev.

    Baca:  Ukraina Minta NATO Bantu Tangkal Ancaman Invasi Rusia

    "Kita harus mengatakan yang sebenarnya, bahwa perang ini tidak dapat dicegah tanpa adanya negosiasi dengan Rusia," sebut Zelenskiy.

    Pemerintahan Ukraina mengaku sudah berusaha mengatur pertemuan antara Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun sejauh ini, Ukraina mengklaim Rusia selalu mengabaikan permohonan tersebut.

    Kremlin mengatakan Putin tidak menolak wacana bertemu Zelensky, namun Moskow ingin terlebih dahulu ada penetapan agenda yang tepat.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id