Pangeran Bin Salman Dituduh Berupaya Bunuh Mantan Anggota Intelijen

    Fajar Nugraha - 07 Agustus 2020 06:56 WIB
    Pangeran Bin Salman Dituduh Berupaya Bunuh Mantan Anggota Intelijen
    Pangeran Mohammed bin Salman dituduh berupaya bunuh mantan anggota intelijen Arab Saudi. Foto: PNG
    Toronto: Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, dituduh mengirim pasukan pembunuh bayaran ke Kanada guna memburu mantan anggota intelijen. Tuduhan ini muncul dalam gugatan sipil di pengadilan di Amerika Serikat (AS) pada Kamis 6 Agustus 2020.

    Tuduhan percobaan pembunuhan muncul dalam gugatan setebal 106 halaman. Dalam gugatan, Pangeran Mohammed bin Salman dituduh berupaya membungkam Saad Aljabri, yang saat ini menjadi warga tetap Toronto, Kanada.

    Dokumen tersebut menggambarkan Aljabri sebagai veteran 39 tahun di pemerintah Arab Saudi dengan keahlian dalam keamanan nasional dan kontraterorisme. Karena itu, dikatakan, hanya sedikit orang yang tahu lebih banyak tentang bin Salman daripada dia, termasuk urusan bisnisnya yang diduga korup dan pembentukan tim tentara bayaran pribadi yang disebut Pasukan Harimau.

    Para tentara bayaran itu, kata gugatan itu, berada di balik pembunuhan dan pemotongan jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Turki pada 2018.

    Selain itu, Aljabri mengatakan dia memiliki hubungan kerja yang erat dengan intelijen Amerika selama beberapa dekade. Dia, klaimnya, diposisikan secara unik untuk mengancam kedudukan Bin Salman di Washington.

    “Beberapa tempat menyimpan informasi yang lebih sensitif, memalukan, dan memberatkan tentang terdakwa Mohammed bin Salman, kecuali mungkin rekaman yang dibuat Dr. Saad (Aljabri) untuk mengantisipasi pembunuhannya,” isi dari gugatan Aljabri menegaskan, seperti dikutip The Washington Post, Jumat 7 Agustus 2020.

    “Itu sebabnya terdakwa Mohammed bin Salman menginginkan dia mati, dan mengapa terdakwa Mohammad bin Salman berupaya untuk mencapai tujuan itu selama tiga tahun terakhir,” imbuh gugatan itu.

    Tak satu pun dari tuduhan dalam klaim Aljabri yang diajukin di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Columbia yang telah diuji. Pejabat Kedutaan Arab Saudi di Ottawa tidak menanggapi permintaan komentar. Menteri Keselamatan Publik Bill Blair atau Badan Layanan Perbatasan Kanada juga tidak.

    Aljabri, memegang kewarganegraan ganda Malta dan Arab Saudi. Dia melarikan diri dari Arab Saudi pada 2017, pertama ke Turki dan kemudian diam-diam ke Toronto, tempat tinggalnya sekarang. “Bin Salman berulang kali memerintahkannya untuk kembali ke rumah dan mengancam melalui pesan instan untuk menggunakan semua cara yang tersedia dan untuk mengambil tindakan yang akan berbahaya bagi Anda," kata gugatan tersebut.

    "Kami pasti akan menghubungi Anda," tegas Mohammed bin Salman dalam surat gugatan Aljabri.

    Menurut gugatan itu, yang juga menyebutkan beberapa pejabat tinggi Arab Saudi, anggota Pasukan Tiger tiba di Bandara Toronto Pearson dengan visa turis pada pertengahan Oktober 2018, kurang dari dua minggu setelah Khashoggi dibunuh.

    “Mohammed Bin Salman sebenarnya mengirim regu pembunuh ke Amerika Utara untuk membunuh Dr. Saad (Aljabri)," klaim itu menegaskan.

    Untuk menutupi diri mereka, mereka masuk melalui jalur terpisah tetapi menimbulkan kecurigaan setelah mengklaim bahwa mereka tidak mengenal satu sama lain. Agen dengan Badan Layanan Perbatasan Kanada menolak semua kecuali satu dari mereka masuk, anggota pasukan yang bepergian dengan paspor diplomatik.

    Aljabri mengklaim seorang mantan rekannya, Bijad Alharbi, muncul di kantor perusahaan telekomunikasi Toronto-nya menyamar sebagai investor dan mencoba membujuknya untuk pergi ke Turki untuk mengunjungi keluarga. Meskipun dia menolak, Alharbi telah berhasil menentukan lokasi Aljabri sehingga Pasukan Harimau dapat menemukannya, menurut gugatan itu.

    "Bin Salman sekarang berencana untuk mengirim agen langsung melalui Amerika Serikat untuk memasuki Kanada melalui darat dan, sekali dan untuk semua, menghilangkan Aljabri,” lanjut gugatan yang dibacakan.

    Sebagai taktik tekanan, klaim tersebut menegaskan bahwa bin Salman telah memerintahkan penahanan dan penculikan anggota keluarga Aljabri. Dua anaknya ‘menghilang’ pada pertengahan Maret dan kerabat lainnya telah ditangkap, ditahan dan disiksa. Dia juga mengatakan agen Arab Saudi meretas ponsel cerdasnya dan membekukan rekening banknya.

    Mohammed Bin Salman mengambil alih kekuasaan di Arab Saudi setelah putra mahkota saat itu, Mohammed bin Nayef, digulingkan pada 2017. Kelompok hak asasi manusia menuduhnya melakukan kekejaman berdarah, termasuk pembunuhan Khashoggi, yang tubuhnya tidak pernah ditemukan.

    Gugatan itu juga menyebut Bader Alasaker, kepala kantor pribadi bin Salman. Ini menuduhnya merekrut, melatih dan menyuap karyawan Twitter yang berbasis di AS untuk mendapatkan informasi rahasia tentang kritikus Mohammed bin Salman di Amerika Serikat, yang sekarang sedang dalam proses pidana di AS.

    Pengacara Aljabri di Amerika tidak akan membahas kasus tersebut, mengatakan mereka akan berargumen di pengadilan.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id