New Normal, Khotbah Salat Jumat di Turki Hanya 5 Menit

    Willy Haryono - 27 Juni 2020 12:28 WIB
    New Normal, Khotbah Salat Jumat di Turki Hanya 5 Menit
    Warga Turki menunaikan rangkaian ibadah Salat Jumat di Masjid Fatih di Istanbul, 29 Mei 2020. (Foto: AFP)
    Jakarta: Pemerintah Turki mulai melonggarkan sejumlah pembatasan terkait pandemi virus korona (covid-19), termasuk mengenai aturan pelaksanaan ibadah Salat Jumat. Warga Turki kini sudah bisa lagi menunaikan Salat Jumat, setelah sempat dilarang pada 13 Juni lalu.

    Meski Salat Jumat di Turki diizinkan kembali pada 29 Mei, semua jemaah diwajibkan mengikuti rangkaian protokol ketat.

    "Semua orang harus memakai masker. Kita juga harus membawa sajadah sendiri, dan ada aturan social distancing di area masjid, tidak boleh berdekat-dekatan," kata Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal dalam konferensi virtual Ibadah Salat Jumat di Negara Sahabat pada Sabtu 27 Juni 2020.

    "Ada polisi yang berjaga untuk memastikan semua orang mematuhi aturan. Salat Jumat juga hanya boleh di halaman masjid. Khotbah hanya boleh lima menit, dan itupun sudah termasuk doa-doa," sambungnya.

    Karena durasi rangkaian Salat Jumat di Turki dipersingkat, Dubes Iqbal mengatakan bahwa semua jemaah kini datang tepat waktu. Mereka tidak mempunyai pilihan karena jika terlambat datang, maka tidak bisa mengikuti Salat Jumat.

    Warga Turki menjadi lebih disiplin saat Salat Jumat juga karena adanya sejumlah polisi yang mengawasi di area masjid. Setelah ibadah Salat Jumat selesai, polisi akan langsung membubarkan semua orang.

    "Tidak boleh salat sunnah di masjid. Semua orang diminta salat sunnah di rumah masing-masing," tutur Dubes Iqbal.

    Di beberapa masjid, terdapat penerapan denda bagi mereka yang melanggar aturan. Nilai denda berkisar sekitar TRY1.000 - 1.200 atau berkisar Rp2 juta.

    Menurut Dubes Iqbal, tata cara pelaksanaan Salat Jumat di Turki tentu tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan Indonesia. Ia menyebut aturan yang berlaku saat ini adalah untuk pelaksanaan Salat Jumat saat musim panas, dan mungkin akan berbeda saat Turki memasuki musim dingin pada akhir September mendatang.

    Untuk kepatuhan warga, Dubes Iqbal menilai sebagian besar masyarakat patuh terhadap aturan yang diterapkan pemerintah. Hal ini juga didukung semua media di Turki, yang secara serentak menyiarkan apapun seputar keputusan pemerintah terkait covid-19.

    "Jadi semua media sama-sama menghentikan siaran, dan menyiarkan hasil keputusan rapat kabinet pemerintah terkait covid-19," sebut Dubes Iqbal.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id