Biden akan Prioritaskan Status Kewarganegaraan Jutaan Imigran di AS

    Willy Haryono - 17 Januari 2021 09:05 WIB
    Biden akan Prioritaskan Status Kewarganegaraan Jutaan Imigran di AS
    Seorang perempuan berunjuk rasa menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait isu keimigrasian. (Jewel Samad/AFP)
    Delaware: Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden berencana mendorong status legalitas 11 juta imigran di seantero AS sebagai salah satu prioritas kerjanya. Menurut empat sumber yang mengetahui mengenai isu ini, Biden berencana mengumumkan legislasi terkait imigran gelap ini di hari pertamanya sebagai presiden ke-46 AS.

    Selama kampanye, Biden telah berjanji akan membukakan jalan bagi 11 juta imigran di AS dalam mendapatkan status kewarganegaraan. Namun belum diketahui akan seberapa cepat langkah Biden di tengah upayanya menghadapi pandemi virus korona (covid-19) dan pemulihan ekonomi.

    Pendahulu Biden, Barack Obama, juga pernah berjanji menghadirkan undang-undang keimigrasian di tahun pertamanya. Namun hingga periode keduanya berakhir, isu keimigrasian tak kunjung selesai.

    Rencana Biden memprioritaskan status legalitas imigran bertolak belakang dengan petahana Donald Trump, yang menjadikan isu tersebut sebagai andalan dalam meraih kemenangan dalam pemilu 2016.

    "Ini benar-benar merepresentasikan pergantian historis dari agenda anti-imigran Trump. (Biden) menilai semua imigran ilegal di Amerika Serikat sebaiknya diberi kesempatan dalam mendapatkan status kewarganegaraan," kata Marielene Hincapie, direktur eksekutif National Immigration Law Center, dikutip dari laman Independent pada Minggu, 17 Januari 2021.

    Baca:  Mahkamah Agung AS Tolak Banding Gedung Putih atas DACA

    Jika berhasil, maka legislasi ini akan menjadi langkah terbesar Biden dalam memberikan status legalitas kepada para imigran di AS, sejak Presiden Ronald Reagan memberikan amnesti kepada hampir 3 juta orang di tahun 1986. Upaya legislatif mengenai kebijakan keimigrasian di AS berakhir gagal pada 2007 dan 2013.

    Ron Klain, calon kepala staf pemerintahan mendatang, mengatakan bahwa Biden akan mengirim UU keimigrasian ke Kongres "di hari pertamanya sebagai presiden." Ia tidak mengelaborasi lebih lanjut, dan tim Biden juga menolak berkomentar secara spesifik.

    Domingo Garcia, mantan presiden League of Latin American Citizens, menyambut baik rencana Biden. "Saya terkejut saat mengetahui mereka akan mengambil langkah cepat, karena janji yang sama pernah diucapkan Obama, tapi dia gagal mewujudkannya," tutur Garcia.

    Merupakan hal mustahil untuk mengetahui secara pasti ada berapa banyak imigran tak berdokumen di AS. Pew Research Center mengestimasi ada 10,5 juta imigran tak berdokumen di AS pada 2017, turun dari 12,2 juta pada 2007.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id