AS Tingkatkan Upaya Pengiriman Bantuan Oksigen untuk India

    Fajar Nugraha - 30 April 2021 09:58 WIB
    AS Tingkatkan Upaya Pengiriman Bantuan Oksigen untuk India
    Seorang pasien covid-19 di India dipindahkan ke ruangan rumah sakit di New Delhi. Foto: AFP



    Washington: Amerika Serikat (AS) ingin membantu India dengan cepat dan tajam untuk meningkatkan pasokan oksigen. Bantuan oksigen sangat diperlukan oleh India yang dihadapkan pada lonjakan kasus covid-19.

    Sebuah pesawat militer yang sarat dengan pasokan darurat termasuk hampir satu juta alat tes instan virus korona dan 100.000 masker N95 tiba Jumat pagi di New Delhi. Ini merupakan bagian USD100 juta yang dilontarkan oleh Gedung Putih.






    “Prioritas pertama adalah mencoba dan melayani beberapa kebutuhan mendesak untuk mengatasi beberapa tantangan akut yang mereka hadapi di rumah sakit," kata Direktur Eksekutif satuan tugas COVID-19 di Badan Pembangunan Internasional AS, Jeremy Konyndyk seperti dikutip AFP, Jumat 30 April 2021.

    "Saya pikir, kami sadar bahwa itu semacam pendekatan sementara dan kami juga perlu mendukung mereka untuk mengatasi beberapa tantangan mendasar, yang sebenarnya tentang volume oksigen tingkat medis yang dapat diproduksi negara," ujarnya kepada AFP.

    Amerika Serikat sedang dalam pembicaraan dengan India untuk mengidentifikasi bagaimana memperluas "rantai pasokan oksigen”. Hal ini termasuk mengembangkan teknologi untuk mengubah oksigen tingkat industri untuk penggunaan medis dan meningkatkan cara untuk mengangkutnya ke seluruh negeri.

    Negeri Paman Sam juga telah menjanjikan bantuan ke India dengan vaksin, tetapi Konyndyk mengatakan bahwa memberikan suntikan lebih merupakan tindakan jangka menengah yang dihadapi dengan kasus-kasus yang melonjak di negara yang populasinya lebih dari satu miliar tersebut.

    "Dalam jangka pendek, tidak ada cukup pasokan vaksin di dunia, apalagi kemampuan untuk segera menempatkan senjata, untuk mengendalikan lonjakan semacam ini," ucapnya.

    Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan pada Senin akan merilis hingga 60 juta dosis vaksin AstraZeneca di luar negeri, yang belum disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat.

    Namun beberapa hari kemudian, Amerika Serikat belum memutuskan berapa dosis yang akan dikirim ke India dan negara lain. Konyndyk mengatakan modalitas tersebut masih membutuhkan persetujuan dari Food and Drug Administration.

    Sementara itu, pemerintahan Biden mengatakan, sedang mengirimkan pasokan ke India untuk memproduksi lebih dari 20 juta dosis Covishield, versi AstraZeneca berbiaya rendah yang dikembangkan di India.

    Biden telah menghadapi kritik dari aktivis pembangunan karena tidak membagikan vaksin lebih cepat karena Amerika Serikat diperkirakan akan segera menghadapi kelebihan dosis setelah sukses cepat di dalam negeri.

    India -,menghadapi kehancuran meskipun merupakan produsen vaksin besar,- juga gagal menekan Amerika Serikat untuk melonggarkan aturan kekayaan intelektual untuk vaksin covid-19.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id