Joe Biden Diancam Dibunuh Oleh Seorang Pria AS

    Fajar Nugraha - 22 Oktober 2020 07:29 WIB
    Joe Biden Diancam Dibunuh Oleh Seorang Pria AS
    Capres AS dari Partai Demokrat Joe Biden dan Cawapres Kamala Harris mendapatkan ancaman. Foto: AFP
    Washington: Jaksa Federal Amerika Serikat (AS) pada Rabu 21 Oktober 2020 mendakwa seorang pria asal Maryland dengan mengancam calon Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dan cawapres Kamala Harris. Ancaman dilayangkan dalam sebuah surat yang ditinggalkan di depan pintu seorang warga yang mendukung Biden dan Harris.

    James Dale Reed dari Frederick, dituduh meninggalkan surat tulisan tangan yang mengeluarkan peringatan kepada pendukung calon dari Partai Demokrat.

    Baca: Obama Mulai ‘Turun Gunung’ Dukung Kampanye Joe Biden.

    "Kami memiliki daftar rumah dan alamat dengan tanda pemilihan Anda," kata surat itu, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis 22 Oktober 2020.

    "Kami adalah orang-orang dengan senjata menakutkan itu. Kami adalah  mimpi buruk yang menghampiri anak-anak Anda. Ketika Kami menangkap Kakek Biden, semua akan memukulinya sampai mati,” tegas isi surat itu.

    Surat itu juga mengancam tindakan kekerasan seksual terhadap Harris. Orang yang menerima surat itu, yang tidak disebutkan oleh jaksa penuntut, tidak mengenal Reed, tetapi memiliki papan nama Biden-Harris.

    Kasus terhadap Reed muncul pada saat yang sama ketika kelompok hak-hak sipil memperingatkan tentang potensi warga sipil bersenjata di tempat pemungutan suara yang memicu kekerasan atau mencoba mengintimidasi pemilih secara ilegal.

    Di Minnesota, kelompok hak sipil digugat untuk memblokir upaya perusahaan keamanan swasta untuk mengerahkan pemantau pemungutan suara bersenjata. Smentara di Michigan, orang akan dilarang membawa senjata di dekat tempat pemungutan suara.

    "Hak untuk memilih dan secara damai mendukung kandidat pilihan Anda adalah landasan demokrasi kami," Robert Hur, pengacara AS untuk Distrik Maryland, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

    "Kami tidak akan mentolerir perilaku mengancam yang berupaya mengintimidasi, melecehkan atau menghalangi warga Amerika untuk menggunakan hak mereka untuk memilih,” tegas Hur.

    Departemen Kehakiman mengatakan para penyelidik dapat mengidentifikasi Reed berkat kamera pintu Cincin. Tidak segera jelas apakah Reed telah menyewa seorang pengacara.

    Jaksa penuntut mengatakan, Reed pada 13 Oktober membantah meninggalkan surat itu tetapi dua hari kemudian mengakuinya.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id