Pelosi Ultimatum Pence Gunakan Amandemen ke-25 terhadap Trump

    Willy Haryono - 11 Januari 2021 11:13 WIB
    Pelosi Ultimatum Pence Gunakan Amandemen ke-25 terhadap Trump
    Ketua DPR AS (kanan) bersama Wapres AS MIke Pence (kiri) saat mendengar keterangan Presiden Donald Trump di Washington DC. (AFP)
    Washington: Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat yang dikuasai Partai Demokrat mengeluarkan ultimatum kepada Wakil Presiden AS Mike Pence untuk menggunakan Amandemen ke-25 terhadap Presiden Donald Trump. Jika ultimatum ini tidak direspons dalam 24 jam, maka Demokrat akan memulai proses pemakzulan Trump untuk kali kedua.

    Pada 2019, DPR AS telah memakzulkan Trump walau pada akhirnya terhenti di level Senat yang dikuasai Partai Republik.

    Dalam sebuah surat yang ditulis ke jajaran politisi Demokrat, Ketua DPR AS Nancy Pelosi mendorong Pence untuk segera memberlakukan Amandemen ke-25, sebuah mekanisme yang dapat melengserkan seorang presiden AS untuk digantikan oleh wakilnya.

    Sejumlah pihak meyakini ultimatum ini tidak akan direspons karena membutuhkan dukungan dari mayoritas sekutu Trump.

    Amandemen ke-25 dapat diaktifkan jika mayoritas anggota kabinet dalam suatu pemerintahan di AS, termasuk wakil presiden, sepakat bahwa presiden yang sedang berkuasa saat ini tidak mampu lagi menjalankan tugasnya.

    "Jika kami tidak menerima persetujuan bulat, maka legislasi (pemakzulan) ini akan diajukan ke DPR satu hari setelahnya. Kami meminta Wakil Presiden untuk merespons dalam 24 jam," tulis Pelosi, dilansir dari laman RT pada Senin, 11 Januari 2021.

    Sebelumnya Pelosi dan Senator Chuck Schumer mengaku telah berusaha mendorong Pence untuk menginisiasi Amandemen ke-25. Namun keduanya tidak direspons Pence. 

    Padahal menurut keterangan beberapa sumber yang dikutip CNN, Pence tidak mengesampingkan opsi menggunakan Amandemen ke-25 untuk menyingkirkan Trump. Namun Pence dikabarkan tak mau menggunakan mekanisme itu karena khawatir Trump akan melakukan tindakan nekat yang dapat membahayakan keamanan nasional.

    Baca:  Pence Tak Kesampingkan Opsi Lengserkan Trump dengan Amandemen ke-25

    Rencana pemakzulan kedua oleh Demokrat terkait dengan peran Trump atas kerusuhan di Gedung Capitol pada Rabu pekan kemarin. Pelosi menyebut Trump sebagai tokoh yang mengancam demokrasi serta konstitusi AS.

    Penyerbuan ke Gedung Capitol dilakukan massa pendukung Trump yang ingin menggagalkan pengesahan sertifikasi kemenangan presiden terpilih Joe Biden.

    Menurut Biden, urusan pemakzulan presiden merupakan sesuatu yang diputuskan Kongres. Namun ia merasa bahwa "sejak lama Trump memang tidak layak memegang jabatan (presiden)."
     
    Gedung Putih mengecam rencana pemakzulan sebagai suatu langkah "bernuansa politik" yang hanya akan "semakin memecah-belah negara kita."

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id