Biden Larang Warga AS Investasi di Perusahaan Pertahanan Tiongkok

    Fajar Nugraha - 04 Juni 2021 13:36 WIB
    Biden Larang Warga AS Investasi di Perusahaan Pertahanan Tiongkok
    Presiden AS Joe Biden larang warganya investasi ke perusahaan pertahanan Tiongkok. Foto: AFP



    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan melarang warga Amerika berinvestasi di puluhan perusahaan teknologi dan pertahanan Tiongkok. Terutama di perusahaan yang diduga memiliki hubungan militer.

    Perintah eksekutif baru akan mulai berlaku pada 2 Agustus. Ketentuan ini diperkirakan akan memukul 59 perusahaan termasuk raksasa komunikasi Huawei. Sedangkan daftar perusahaan akan diperbarui secara bergulir.

     



    Langkah ini memperluas perintah yang sebelumnya dikeluarkan oleh mantan Presiden Donald Trump. Bahkan sebelum pengumuman resmi, Tiongkok bermaksud untuk membalas.

    Di bawah ketetapan baru, investor AS akan dilarang membeli atau menjual sekuritas yang diperdagangkan secara publik untuk perusahaan lain termasuk China General Nuclear Power Corporation, China Mobile Limited dan Costar Group.

    “Ini memperluas daftar sebelumnya dari 31 perusahaan untuk memasukkan perusahaan pengawasan. Selain juga bertujuan untuk memastikan warga AS tidak membiayai kompleks industri militer Republik Rakyat Tiongkok,” kata seorang pejabat Gedung Putih, seperti dikutip AFP, Jumat 4 Juni 2021.

    “Larangan tersebut sengaja ditargetkan dan dicakup untuk memaksimalkan dampak pada target sambil meminimalkan bahaya bagi pasar global," tambah pejabat itu.

    Daftar baru akan memperbarui yang sudah dikeluarkan dari Kementerian Pertahanan. "Kami sepenuhnya berharap bahwa dalam beberapa bulan ke depan kami akan menambahkan perusahaan tambahan ke pembatasan perintah eksekutif baru," kata Gedung Putih.

    Itu terjadi ketika pengawasan warga, termasuk Uighur di wilayah Xinjiang pada khususnya, telah mendapat sorotan. Pemerintahan Biden juga menuduh Tiongkok bertindak lebih agresif di luar negeri dan lebih represif di dalam negeri.

    Hubungan Tiongkok-AS sangat penting bagi kedua belah pihak dan dunia yang lebih luas. Beijing berulang kali menyerukan pemerintahan baru di Washington untuk memperbaiki hubungan yang memburuk di bawah pendahulunya Donald Trump.

    Dalam pertemuan pertama mereka di bawah kepresidenan Biden bulan lalu, negosiator perdagangan utama kedua negara mengadakan pembicaraan "jujur ??dan pragmatis" tentang hubungan perdagangan mereka.

    Namun, Presiden Biden bersikeras bahwa tarif yang ada akan tetap berlaku untuk saat ini karena ia berupaya meningkatkan ekonomi AS, yang terpukul keras di awal pandemi tetapi sekarang mulai pulih.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin menyarankan Negeri Tirai Bambu akan membalas tindakan terbaru tersebut.

    “Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk secara tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan Tiongkok. Kami juga dengan tegas mendukung perusahaan Tiongkok dalam menjaga hak dan kepentingan mereka sesuai dengan hukum," pungkasnya.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id