AS Dakwa Mantan Komandan Taliban Terkait Pembunuhan dan Terorisme

    Marcheilla Ariesta - 08 Oktober 2021 06:56 WIB
    AS Dakwa Mantan Komandan Taliban Terkait Pembunuhan dan Terorisme
    Ilustrasi oleh Medcom.id.



    Washington: Amerika Serikat (AS) mendakwa mantan komandan Taliban dengan pembunuhan dan pelanggaran terkait terorisme. Terdakwa dilaporkan bersalah atas kematian tiga tentara AS dan seorang penerjemah Afghanistan, serta jatuhnya helikopter AS di sana pada 2008.

    Mantan komandan Taliban itu sudah berada dalam tahanan AS. Keputusannya dijatuhkan jaksa federal di New York pada Kamis, 7 Oktober 2021.

     



    Kantor Kejaksaan AS di Manhattan mengatakan, Haji Najibullah didakwa dalam 13 dakwaan oleh pengadilan federal.  Dia sebelumnya didakwa dalam penculikan seorang jurnalis Amerika pada 2008.

    "Dakwaan baru menggantikan dakwaan sebelumnya dan termasuk terkait insiden itu," kata jaksa dilansir dari New York Post, Jumat, 8 Oktober 2021.

    Jaksa mengatakan, Najibullah saat itu menjabat sebagai komandan Taliban di Provinsi Wardak Afghanistan yang berbatasan dengan ibu kota Kabul.

    Dia didakwa terkait serangan militan Taliban di bawah komandonya terhadap konvoi militer AS dengan senjata otomatis, granat berpeluncur roket dan bahan peledak lainnya.

    Serangan itu menewaskan Sersan Angkatan Darat AS Kelas Satu Matthew Hilton dan Joseph McKay, Sersan Mark Palmateer dan penerjemah Afghanistan mereka.

    "Najibullah juga didakwa sehubungan dengan serangan oleh militan di bawah komandonya menggunakan granat berpeluncur roket yang menjatuhkan helikopter militer AS," lanjut jaksa. 

    Mereka mengatakan tidak ada tentara yang tewas dalam serangan itu.

    Sebuah pernyataan dari jaksa mengatakan, Najibullah didakwa membunuh warga negara AS, memberikan dukungan material untuk tindakan  terorisme yang mengakibatkan kematian, penyanderaan, penculikan dan tuduhan lainnya.  Pernyataan itu mengatakan tuduhan itu membawa hukuman maksimum seumur hidup di penjara.

    Surat dakwaan itu tidak menyebutkan nama jurnalis, tetapi seorang pejabat penegak hukum yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters, bahwa kasus tersebut melibatkan David Rohde, mantan koresponden New York Times dan Reuters yang diculik oleh Taliban pada 2008. Rohde, seorang  Pemenang Hadiah Pulitzer melarikan diri pada Juni 2009.

    Najibullah mengaku tidak bersalah pada November lalu di pengadilan federal Manhattan setelah dakwaan sebelumnya.  Najibullah ditangkap dan dipindahkan ke Amerika Serikat dari Ukraina.  Jaksa mengatakan dia tetap dalam tahanan federal.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id