Semakin Banyak Negara Berlakukan Larangan Perjalanan Terkait Varian Omicron

    Willy Haryono - 28 November 2021 17:02 WIB
    Semakin Banyak Negara Berlakukan Larangan Perjalanan Terkait Varian Omicron
    Layar monitor di Bandara QR Tambo di Johannesburg, Afrika Selatan, memperlihatkan pembatalan sejumlah penerbangan di tengah larangan perjalanan terkait varian Omicron, Sabtu, 27 November 2021. (Phill Magakoe / AFP)



    Jakarta: Varian Omicron telah memicu kekhawatiran di level global. Sejak dinyatakan sebagai "variant of concern" oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat kemarin, satu per satu negara di dunia memberlakukan larangan perjalanan, terutama terhadap Afrika Selatan yang merupakan tempat pertama terdeteksinya varian B.1.1.529 atau Omicron.

    Di wilayah Timur Tengah, Israel menjadi satu-satunya negara yang melarang masuk semua warga negara asing terkait Omicron. Aturan ini akan mulai diberlakukan pada Senin dini hari nanti.

     



    Sementara di jazirah Arab, negara seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memberlakukan larangan perjalanan untuk Afsel dan beberapa negara Afrika lainnya.

    Dikutip dari Euronews, Minggu, 28 November 2021, larangan perjalanan juga diterapkan oleh negara-negara anggota Uni Eropa. Sebagian besar dari mereka melarang masuk individu yang datang dari Afsel. Periode larangan perjalanan ini beragam, mulai dari 14 hari hingga jangka waktu yang belum ditentukan.

    Sementara di wilayah Asia Pasifik, Australia juga memperketat pengawasan usai mengonfirmasi dua kasus perdana varian Omicron. Dua individu positif Omicron itu tiba di Sydney dari Afsel pada Sabtu malam.

    Baca:  Setelah Jerman, Australia Juga Konfirmasi 2 Kasus Perdana Varian Omicron

    Kementerian Kesehatan New South Wales (NSW) mengatakan bahwa individu asal Afsel dan delapan negara Afrika lainnya, harus menjalani karantina begitu menginjakkan kaki di Negeri Kanguru. Sembilan negara yang masih aturan ini adalah Afsel Lesotho, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Namibia, Eswatini, Malawi dan Seychelles.

    Negara tetangga Australia, Selandia Baru, memberlakukan larangan perjalanan dari sembilan negara Afrika. Wellington menilai varian Omicron sebagai sebuah ancaman nyata sehingga perbatasan negara harus ditutup.

    Jepang memperluas pengawasan perbatasannya, terutama untuk individu yang datang dari benua Afrika. Sementara Thailand, negara yang belum lama ini melonggarkan perbatasan untuk turis asing, mengumumkan larangan perjalanan dari delapan negara Afrika.

    Larangan serupa diterapkan di Singapura, yang melarang masuk individu yang datang dari -- atau sekadar transit -- tujuh negara Afrika.

    Indonesia juga memberlakukan larangan masuk untuk individu dari delapan negara Afrika.

    "Jika ada orang asing yang pernah berkunjung ke negara-negara tersebut dalam kurun waktu 14 hari ke belakang, maka akan langsung ditolak masuk Indonesia di tempat pemeriksaan imigrasi," kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara melalui keterangan tertulis.

    Selain itu, Ditjen Imigrasi menangguhkan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas bagi warga dari delapan negara tersebut. Larangan kedatangan tertuang dalam surat edaran Ditjen Imigrasi yang mulai berlaku pada Senin, 29 November 2021.

    Baca:  8 Negara Afrika Kena Larangan Masuk RI Buntut Varian Omicron

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id