Angka Kematian Akibat Covid-19 di AS Lebih dari 250 Ribu Kasus

    Marcheilla Ariesta - 19 November 2020 14:30 WIB
    Angka Kematian Akibat Covid-19 di AS Lebih dari 250 Ribu Kasus
    Pengujian covid-19 makin gencar dilakukan pemerintah AS. Foto: AFP
    New York: Amerika Serikat mencatat lebih dari 250 ribu kasus kematian akibat virus korona (covid-19). Angka ini menjadi penanda suram ketika kasus infeksi melonjak lagi di seantero Negeri Paman Sam.

    Berdasarkan data John Hopkins University, negara itu per har ini, Kamis, 19 November 2020, telah melaporkan 250.029 kasus kematian. Sementara itu, angka infeksi mereka hampir 11,5 juta kasus.

    AS menjadi negara dengan kasus infeksi dan kematian tertinggi di dunia. Pakar penyakit menular AS, Dr Anthony Fauci mengatakan angka infeksi bertambah kemungkinan karena warga berkumpul di dalam rumah akibat cuaca semakin dingin.

    Kota New York, telah memerintahkan penutupan sekolah mulai hari ini di tengah lonjakan kasus. Keputusan untuk menutup sistem sekolah umum terbesar di AS ini datang usai tingkat tes positif virus melampaui ambang batas 3 persen.

    "Ini situasi yang sangat serius karena ada indikator yang tertinggal," kata Fauci, dalam wawancara bersama BBC.

    "Jadi ketika Anda melihat peningkatan besar dalam kasus saat ini, terutama karena semakin banyak orang yang melakukan sesuatu di dalam, kita berada dalam situasi yang sangat sulit," imbuhnya.

    Kepada seluruh masyarakat AS, Fauci kembali mengingatkan untuk disiplin protokol kesehatan, dengan memakai penutup wajah, menjaga jarak secara fisik, dan menghindari keramaian.

    "Kedengarannya sangat sederhana dan kami tahu langkah itu bisa bekerja," seru dia.

    Fauci juga mendesak warga untuk bertahan karena sebentar lagi ada bantuan datang. Bantuan yang dimaksud adalah vaksin.

    Saat ini, dua perusahaan farmasi di AS, Pfizer dan Moderna telah mengungkapkan efektivitas vaksin yang dikembangkan mencapai 95 persen. Pfizer, yang bekerja sama dengan BioNTech, bahkan akan segera mendaftarkan vaksin untuk permintaan darurat.

    Pfizer mengatakan vaksin buatan mereka dan BioNTech bisa dikirim sebelum Natal.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id