comscore

Ketegangan Meningkat, AS-Rusia Segera Negosiasi Mulai Januari 2022

Marcheilla Ariesta - 23 Desember 2021 12:30 WIB
Ketegangan Meningkat, AS-Rusia Segera Negosiasi Mulai Januari 2022
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov./AFP
Moskow: Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengharapkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) mengenai tuntutan keamanan Moskow akan dimulai pada Januari 2022. Negosiasi ini dilakukan seiring meningkatnya kekhawatiran atas konflik Ukraina.

Komentarnya muncul setelah Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Eropa dan Eurasia Karen Donfried mengatakan bahwa ia memahami pembicaraan dengan Rusia akan dimulai Januari. Ia memperingatkan, beberapa proposal Rusia tidak dapat diterima.

 



Moskow mengajukan tuntutan keamanan kepada Barat dalam dua rancangan dokumen pekan lalu. Satu ditujukan ke NATO, dan satu lagi kepada Amerika Serikat.

"Telah disepakati bahwa pada awal tahun depan, putaran pertama (pembicaraan) harus berupa kontak bilateral antara negosiator kami dan pihak Amerika," kata Lavrov, dilansir dari Russia Today, Kamis, 23 Desember 2021.

Lavrov mengatakan ada rencana untuk pembicaraan itu yang akan diikuti oleh negosiasi antara Rusia dan NATO. "Kami ingin melakukannya pada Januari," lanjut dia.

Baca juga: Biden Sebut AS Tidak Akan Biarkan Rusia Invasi Ukraina

Kemarin Uni Eropa mengimbau AS dan NATO untuk membela kepentingannya. Mereka mengatakan berada di bawah ancaman.

Kemudian, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa Josep Borrell berbicara untuk membahas proposal Rusia.

"Mereka sepakat bahwa setiap diskusi tentang keamanan Eropa akan terjadi dalam koordinasi dan dengan partisipasi Uni Eropa," kata Brussel dalam sebuah pernyataan.

Lavrov telah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak menyeret negosiasi apa pun dan menegaskan kembali bahwa meskipun Rusia tidak menginginkan konflik. Negeri Beruang Merah siap untuk mengambil langkah-langkah untuk mempertahankan diri.

"Kami berharap tidak ada orang lain yang memandang konflik sebagai skenario yang diinginkan. Kami akan memastikan keamanan kami dengan cara yang kami anggap tepat," lanjut Lavrov.

Rusia dituduh Barat merencanakan invasi ke Ukraina. Mereka menyangkal tudingan itu, tapi menuntut jaminan hukum atas keamanannya dari Amerika Serikat dan NATO, serta menuntut aliansi menghentikan ekspansi ke arah timur.

Pekan lalu, Moskow menyampaikan tuntutannya kepada Amerika Serikat dan NATO. Mereka mengatakan, aliansi itu tidak boleh menerima anggota baru atau mendirikan pangkalan militer di negara-negara bekas Soviet.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id