comscore

Pelaku Penembakan Massal Texas Ungkapkan Rencananya di Facebook

Willy Haryono - 26 Mei 2022 15:06 WIB
Pelaku Penembakan Massal Texas Ungkapkan Rencananya di Facebook
Gubernur Texas (kanan) Greg Abbott dalam konferensi pers penembakan massal di sebuah SD di Uvalde, AS, 25 Mei 2022. (allison dinner / AFP)
Texas: Gubernur Greg Abbott mengatakan bahwa pelaku penembakan massal di sebuah sekolah dasar di kota Uvalde, Texas, Amerika Serikat (AS), pada Selasa kemarin sempat mengungkapkan rencananya via media sosial Facebook. Penembakan brutal tersebut menewaskan 19 anak-anak dan dua guru.

Abbott mengatakan pelaku bernama Salvador Ramos menuliskan tiga pesan di Facebook sebelum mengeksekusi serangan.
Dikutip dari Arutz Sheva, Kamis, 26 Mei 2022, pesan pertama ditulis sekitar 30 menit sebelum penembakan di SD Robb Elementary School. Pesan itu berisi rencana pelaku menembak neneknya sendiri.

Pesan kedua berisi konfirmasi bahwa dirinya sudah menembak sang nenek, dan yang ketiga adalah pengakuan bahwa dirinya akan menyerang sebuah sekolah dasar.

Pihak Facebook mengatakan bahwa ketiganya merupakan jenis "pesan tertulis privat antar satu pengguna ke pengguna lain" sehingga tidak dapat dilihat semua orang. Ketiga pesan itu terungkap setelah "tragedi mengerikan itu terjadi."

"Kami bekerja sama erat dengan aparat penegak hukum," ucap perwakilan Facebook.

Otoritas Texas mengatakan bahwa pelaku telah menembak neneknya yang berusia 66 tahun di bagian wajah. Hanya mengalami luka, sang nenek masih bisa menelepon polisi untuk meminta pertolongan, sedangkan Ramos melarikan diri.

Usai menabrakkan mobil neneknya sekitar satu blok dari sekolah, Ramos keluar dari kendaraan dan membawa tas serta satu senapan.

Seorang polisi distrik sempat menghadapi pelaku di sekolah. Namun pelaku bisa masuk melalui pintu belakang, menelusuri dua koridor pendek, dan masuk ke sebuah kelas.

Pelaku kemudian membarikade diri di dalam kelas, ujar Letnan Christopher Olivarez dari Keamanan Publik Departemen Texas kepada CBS.

"Saat itu, ia mulai menembaki anak-anak dan guru di dalam kelas. Ia sama sekali tidak menghargai nyawa manusia," tuturnya.

"Benar-benar sebuah tragedi. Seorang individu jahat masuk ke sekolah dan membunuh anak-anak tanpa alasan apa pun," sambung Olivarez.

Abbott mengatakan pada Rabu kemarin bahwa Ramos adalah siswa yang pernah dikeluarkan dari sekolah menengah atas. Ramos tidak memiliki catatan kriminal, dan juga tidak terdokumentasi mengidap penyakit mental.

Menurut Abbott, "tidak ada peringatan" signifikan mengenai penembakan di Uvalde selain tiga pesan Ramos di Facebook.

Penembakan massal di Uvalde tersebut merupakan yang paling mematikan di lingkungan sekolah AS sejak tragedi Sandy Hook pada 2012.

Baca: Perusahaan Senjata Api Terkait Penembakan di Texas Terancam Digugat

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id