Komitmen USD5 Triliun Para Pemimpin G20 untuk Atasi Covid-19

    Fajar Nugraha - 27 Maret 2020 06:56 WIB
    Komitmen USD5 Triliun Para Pemimpin G20 untuk Atasi Covid-19
    Para pemimpin G20 membahas penanganan virus korona melalui siaran virtual. Foto: AFP
    Riyadh: Para pemimpin dunia pada Kamis 26 Maret komitmen mengeluarkan USD5 triliun atau sekitar Rp81 ribu triliun untuk mencegah keruntuhan ekonomi global dari pandemi virus korona. Ini diraih dalam KTT Luar Biasa G20 yang dilakukan secara virtual dan Arab Saudi menjadi tuan rumah.

    Baca: Jumlah Kasus Positif Korona di AS Lampaui Tiongkok.

    Dari New York ke Paris ke New Delhi kehidupan telah terhenti dengan sekitar tiga miliar orang terkurung di rumah mereka. Saat ini pemerintahan di dunia berupaya untuk menghentikan perjalanan penyakit ini di seluruh dunia.

    Jumlah korban jiwa melonjak lagi di Eropa, ketika kematian di Amerika Serikat melesat melewati 1.000 dan kasus di Afrika terus berlipat ganda. Sementara sistem perawatan kesehatan yang sudah membentang disiapkan untuk yang terburuk.

    Ketakutan memuncaknya virus dapat menyebabkan guncangan yang bahkan lebih besar daripada Depresi Hebat. Ini dipicu dari  angka pengangguran terbaru keluar dari AS yang memecahkan rekor ketika bisnis di ekonomi terbesar dunia itu terjepit oleh pandemi.

    Para pemimpin dari negara-negara industri paling G20 mengadakan pembicaraan krisis melalui tautan video Kamis, berjanji  ‘persatuan’ untuk melawan wabah, bersama dengan suntikan dana yang sangat besar untuk menopang perekonomian.

    "Virus tidak menghormati perbatasan," kata para pemimpin dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AFP, Jumat, 27 Maret 2020.

    "Kami menyuntikkan lebih dari USD5 triliun ke dalam ekonomi global, sebagai bagian dari kebijakan fiskal yang ditargetkan, langkah-langkah ekonomi, dan skema jaminan untuk menangkal dampak sosial, ekonomi dan keuangan dari pandemi,” dalam pernyataan bersama pemimpin G20.

    Mereka juga menjanjikan dukungan ‘kuat’ untuk negara-negara berkembang,di mana dikhawatirkan virus korona selanjutnya dapat bertahan setelah menghancurkan Tiongkok dan kemudian Eropa. Tetapi persatuan yang dijanjikan oleh G20 bisa berubah, dengan tiongkok dan AS terlibat perang opini terhadap krisis virus korona.

    Wabah pertama kali muncul di Tiongkok akhir tahun lalu tetapi telah menyebar tanpa henti. Secara global, infeksi hampir mencapai setengah juta di seluruh dunia.

    Eropa sekarang adalah benua yang paling terpukul, mencatat lebih dari 250.000 infeksi dan lebih dari 15.000 kematian.

    Inisiatif Indonesia


    Presiden Joko Widodo yang turut serta dalam pertemuan G20 tersebut mengajak pemimpin negara G20 bersama-sama memerangi virus korona. Jokowi juga mengajak melawan pelemahan ekonomi dunia akibat pendemi covid-19.

    Baca: Jokowi Bahas Penanganan Korona Bersama Negara KTT G20.

    Menurut Jokowi, G20 harus memotori gerakan solidaritas dunia dalam penanganan covid-19. Ini penting untuk mendorong agar covid-19 tidak menganggu kemitraan dan kerja sama yang sudah dibangun bertahun-tahun.


    “Untuk itu, G20 harus aktif memimpin upaya menemukan anti-virus dan obat covid-19, tentunya bersama WHO,” ucap Jokowi.
     
    Jokowi juga mendorong negara anggota G20 untuk menyinkronkan kebijakan dan instrumen ekonomi. Kebijakan ini diyakini dapat melawan keterpurukan ekonomi akibat wabah covid-19.
     



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id