AS Kecam Dugaan Pemaksaan 'Keluarga Berencana' terhadap Uighur

    Willy Haryono - 30 Juni 2020 13:29 WIB
    AS Kecam Dugaan Pemaksaan 'Keluarga Berencana' terhadap Uighur
    Menlu AS Mike Pompeo. (Foto: AFP)
    Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengecam keras Tiongkok atas munculnya laporan bahwa Partai Komunis di Negeri Tirai Bambu memaksakan program "keluarga berencana" terhadap etnis minoritas Muslim Uighur. Laporan seputar Uighur di Xinjiang itu dibuat oleh peneliti asal Jerman, Adrian Zens, yang dirilis yayasan Jamestown Foundation.

    Pompeo menyebut laporan Zens konsisten dengan praktik Partai Komunis Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir yang "mendemonstrasikan ketidakpedulian terhadap kehidupan dan hak-hak dasar manusia."

    "Kami menyerukan Partai Komunis Tiongkok untuk segera mengakhiri praktik mengerikan ini. Kami juga menyerukan semua negara untuk bergabung dengan Amerika Serikat dalam mendorong diakhirinya pelanggaran-pelanggaran tersebut," ujar Pompeo, dilansir dari TRT World, Selasa 30 Juni 2020.

    Dalam laporannya, Zens mengklaim temuannya itu merepresentasikan bukti terkuat bahwa sejumlah kebijakan Tiongkok di Xinjiang masuk kategori genosida berdasarkan konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    Salah satu poin dalam Konvensi PBB untuk Pencegahan dan Hukuman terhadap Kejahatan Genosida menyebutkan mengenai "penerapan langkah-langkah tertentu untuk mencegah kelahiran dari suatu kelompok masyarakat."

    Zens mengatakan analisis dari sejumlah dokumen Pemerintah Tiongkok memperlihatkan bahwa pertumbuhan populasi natural Uighur di Xinjiang menurun "secara dramatis." Ia menambahkan, dalam dua prefektur terbesar Uighur, angka pertumbuhannya menurun 84 persen antara 2015 dan 2018. Angka itu terus menurun satu tahun setelahnya.

    Tiongkok membantah laporan Zens. Kedutaan Besar Tiongkok di Washington mengutip keterangan juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian, yang mengatakan bahwa "sejumlah institusi kerap 'menggoreng' disinformasi mengenai isu terkait Xinjiang."

    "Tudingan-tudingan mereka tidak berdasar dan juga keliru," sebut Zhao.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id