Moderna Umumkan Vaksin Covid-19 Buatannya 95 Persen Efektif

    Marcheilla Ariesta - 16 November 2020 19:48 WIB
    Moderna Umumkan Vaksin Covid-19 Buatannya 95 Persen Efektif
    Moderna klaim vaksin covid-19 buatannya 95 persen efektif. Foto: AFP
    London: Vaksin virus korona yang dikembangkan perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS), Moderna, menunjukkan hampir 95 persen efektif. Perusahaan mengklaimnya berdasarkan data awal mereka.

    Hasilnya semakin meningkat, serupa dengan vaksin yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech. Dengan data tersebut, menambah keyakinan semakin besar vaksin dapat membantu mengakhiri pandemi.

    Baca: Pfizer Klaim Vaksin Buatan Mereka 90 Persen Ampuh Cegah Covid-19.

    Dilansir dari BBC, Senin, 16 November 2020, kedua perusahaan menggunakan pendekatan yang sangat inovatif dan eksperimental untuk merancang vaksin mereka.

    "Hari ini luar biasa, kami berencana mengajukan permohonan persetujuan penggunaan vaksin dalam beberapa pekan ke depan," kata perusahaan.

    Meski demikian, klaim tersebut masih data awal. Uji coba vaksin Moderna melibatkan 30 ribu orang di Amerika Serikat. Setengahnya diberi dua dosis vaksin dengan jarak empat pekan, sedangkan sisanya mendapat suntikan tiruan.

    Analisis ini didasarkan pada 95 orang pertama yang terlihat gejala covid-19. Hanya lima dari kasus covid-19 terjadi pada orang yang diberi vaksin, sementara 90 lainnya diberi pengobatan tiruan. Perusahaan menuturkan vaksin melindungi 94,5 persen.

    Data ini juga menunjukkan ada 11 kasus covid-19 berat dalam uji coba. Namun, tak ada yang terjadi pada mereka.

    "Efektivitas keseluruhannya luar biasa. Ini hari yang luar biasa," ucap kepala petugas medis di Moderna, Tal Zaks.

    Zaks menambahkan, tampaknya vaksin tetap efektif bekerja bahkan di pasien dengan usia yang lebih tua. Namun, masih belum diketahui apakah vaksin tersebut hanya menghentikan keadaan pasien memburuk atau juga menghentikan penyebaran virus.

    Sejauh ini tidak ada yang mengalami masalah keamanan dari vaksin. Namun, beberapa pasien mengaku mengalami kelelahan singkat, sakit kepala dan nyeri usai diinjeksi.

    Sebelumnya, vaksin yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech mengklaim efektif hingga 90 persen. Disusul dengan klaim vaksin Sputbik V milik Rusia yang mengklaim 92 persen efektif.

    Jika ketiga vaksin ini benar-benar efektif, kemungkinan akan segera diproduksi massal dan bisa didistribusikan ke publik awal tahun depan.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id