Biden Serahkan Kendali Penuh Atas Pabrik Vaksin ke Johnson & Johnson

    Marcheilla Ariesta - 05 April 2021 09:04 WIB
    Biden Serahkan Kendali Penuh Atas Pabrik Vaksin ke Johnson & Johnson
    Produsen vaksin virus korona (covid-19) Johnson & Johnson diberikan kendali atas sebuah pabrik. Foto: AFP



    Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memberi produsen vaksin virus korona (covid-19) Johnson & Johnson kendali atas sebuah pabrik. Pabrik tersebut merupakan tempat pembuatan vaksin yang melakukan kesalahan dan merusak jutaan dosis vaksin covid-19.

    Emergent BioSolutions, kontraktor yang bekerja dengan Johnson & Johnson, sebelumnya menjalankan pabrik Baltimore untuk memproduksi dua vaksin, yakni Johnson & Johnson dan AstraZeneca. Namun, entah bagaimana kontraktor mencampurkan bahan untuk dua suntikan sehingga merusak 15 juta dosis.






    Sebagai tanggapan atas insiden tersebut, Presiden Joe Biden melucuti Emergent BioSolutions dari kendali pabrik dan menyerahkan sepenuhnya kepada Johnson & Johnson. Mulai sekarang, pabrik di Baltimore itu hanya akan menghasilkan satu vaksin, yakni Johnson & Johnson.

    Kecelakaan tersebut menjadi hal buruk bagi pemerintahan Biden yang telah berjanji untuk menyediakan vaksin bagi semua warga AS pada akhir Mei. Johnson & Johnson, yang membuat satu-satunya vaksin covid-19 dengan suntikan tunggal.

    Pemerintah AS telah meminta produsen vaksin itu untuk menghasilkan 100 juta dosis vaksin pada akhir Mei. Johnson & Johnson mengatakan masih bertujuan untuk memenuhi hal tersebut.

    Pada Kamis lalu, Emergent BioSolutions masih mempertahankan pabrik tersebut.

    "Ada pemeriksaan kualitas yang ketat di seluruh proses pembuatan vaksin kami, dan melalui pemeriksaan ini, satu kumpulan zat obat diidentifikasi tidak memenuhi spesifikasi dan standar kualitas kami yang ketat," kata perusahaan tersebut, dilansir dari The Independent, Senin, 5 April 2021.

    "Kami mengisolasi bagian ini dan vaksin akan dibuang dengan benar," imbuh mereka.

    Ahli penyakit menular terkemuka di Amerika Serikat, Anthony Fauci mempertimbangkan vaksin yang gagal pada Kamis lalu. Ia menekankan bahwa tidak ada dosis yang terkontaminasi yang sudah disuntikkan.

    "Kesalahan manusia memang terjadi. Kabar baiknya itu diterima. Tapi seperti yang saya sebutkan, tidak ada (vaksin) dari pabrik itu yang disuntikkan ke siapapun," terangnya.

    Sebanyak 15 juta dosis vaksin Johnson & Johnson dikabarkan rusak dalam 'kecelakaan pencampuran bahan' di pabrik Baltimore. Kejadian ini menunda pengiriman vaksin covid-19 di Negeri Paman Sam.

    Namun, meskipun jutaan dosis terbuang percuma, pejabat kesehatan masih berharap AS memiliki pasokan vaksin yang cukup untuk memenuhi janji Presiden Joe Biden untuk menghasilkan cukup suntikan untuk menyuntik setiap orang dewasa pada akhir Mei. Pengiriman akan dilanjutkan untuk dua vaksin lain yang disetujui federal yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id