Inggris Nyatakan Vaksin Covid-19 AstraZeneca-University of Oxford Halal

    Fajar Nugraha - 13 Januari 2021 17:39 WIB
    Inggris Nyatakan Vaksin Covid-19 AstraZeneca-University of Oxford Halal
    Inggris nyatakan bahwa vaksin covid-19 AstraZeneca-University of Oxford halal dan aman. Foto: AFP
    London: Dewan profesional medis Muslim terkemuka di Inggris, memberikan konfirmasi bahwa vaksin covid-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan University of Oxford dinyatakan halal dan aman.

    Penilaian ini dikeluarkan oleh British Islamic Medical Association (BIMA) yang telah memeriksa vaksin tersebut. Kini mereka merekomendasikan umat Muslim yang memenuhi syarat untuk menerima suntikan.

    “Kami telah melihat berbagai masalah agama yang diangkat atas vaksin tersebut dan menyimpulkan bahwa dapat diterima umat Islam untuk menerima suntikan, dengan rekomendasi yang didukung oleh Muslim Council for Britain dan juga Operation Vaccination,” pernyataan pihak BIMA, seperti dikutip The Telegraph and Argus, Rabu 13 Januari 2021.

    “Para ahli agama Islam dalam penyakit menular, virologi, farmasi, dokter, komisaris, pejabat kesehatan masyarakat dan ahli bioetika melihat vaksin tersebut, dan telah menyampaikan temuan mereka kepada para ulama Islam dari berbagai denominasi,” imbuh pernyataan itu.

    Hal-hal penting yang mereka tekankan termasuk bahwa tidak ada produk hewani dalam vaksin dan tidak mengandung sel embrio manusia.

    Ini menegaskan kembali temuan the Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) bahwa vaksin tersebut aman dan efektif hingga 70 persen dalam melindungi terhadap covid-19 yang parah. Satu-satunya efek samping yang serupa dengan vaksin lain seperti nyeri dan nyeri.

    BIMA mengatakan orang-orang di komunitas Muslim adalah beberapa warga yang paling berisiko untuk meninggal atau menjadi sakit parah dengan covid-19 di Inggris. Mereka juga sebagian dari yang paling ragu-ragu terhadap vaksin, itulah sebabnya mengapa sangat penting untuk memberikan konfirmasi halal.

    “Adalah pesan yang jelas dan terpadu di seluruh komunitas Muslim bahwa vaksin itu aman,” tegas BIMA.

    Ini juga mengingatkan orang bahwa vaksin bukanlah obat untuk semua, dan di masa mendatang sangat penting untuk mematuhi aturan penguncian, menjaga jarak sosial, dan mencuci tangan secara teratur.

    Halal dan suci

    Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa halal terhadap vaksin covid-19 produksi Sinovac Biotech, Tiongkok, yang digunakan di Indonesia. Fatwa ini dikeluarkan seiring penerbitan izin pemakaian darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    Baca: MUI Keluarkan Fatwa Halal Vaksin Sinovac.
     
    "Secara simultan MUI melalui Komisi Fatwa juga melakukan finalisasi terkait dengan vaksin covid ini dan alhamdulillah fatwa sudah ditandatangani juga," kata Ketua Komisi Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh dalam konferensi pers virtual, Senin, 11 Januari 2021
     
    Fatwa itu dicatat dalam Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science China dan PT Bio Farma. Penyebutan PT Bio Farma karena ada proses produksi vaksin di perusahaan tersebut.

    Menurut Ni'am, penerbitan fatwa ini mempertimbangkan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis nabi. MUI juga menengok kaidah-kaidah fikih serta pandangan para ulama.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id