Kabinet Joe Biden Diumumkan Selasa Besok

    Willy Haryono - 23 November 2020 07:04 WIB
    Kabinet Joe Biden Diumumkan Selasa Besok
    Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden. (AFP)
    Delaware: Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden akan mengumumkan beberapa nama tokoh untuk mengisi kabinetnya pada Selasa mendatang. Bekerja dari Delaware, Biden telah memilih beberapa individu yang akan mengisi jabatan krusial, termasuk Ron Klain di posisi Kepala Staf Gedung Putih.

    "Kalian semua akan melihat pilihan perdana (Biden) untuk kabinet Selasa ini," kata Klain kepada awak media, dilansir dari laman Metro.us pada Minggu, 22 November 2020. Ia menolak menyebutkan jabatan apa saja yang akan diumumkan Biden.

    Kamis kemarin, Biden mengaku telah menetapkan pilihannya untuk jabatan menteri keuangan. Kandidat yang mungkin akan dipilih Biden meliputi mantan ketua Fed Janet Yellen, Gubernur Fed saat ini Lael Brainard, mantan gubenur Fed Sarah Bloom Raskin, dan presiden Bank Federal Atlanta Raphael Bostic.

    Biden juga terindikasi akan segera mengumumkan pilihannya untuk pos menteri luar negeri pekan ini. Mantan penasihat keamanan nasional Susan Rice dan diplomat veteran Antony Blinken diyakini sebagai dua kandidat utama.

    Sebelumnya, Biden juga terindikasi akan memilih Michele Flournoy sebagai Menteri Pertahanan AS. Flournoy, seorang petinggi veteran di Kemenhan AS atau Pentagon, diyakini berada di daftar teratas Biden.

    Baca:  Biden Diyakini akan Tunjuk Perempuan sebagai Menhan AS

    Pelantikan Biden sebagai presiden ke-46 AS akan dilakukan pada 20 Januari 2021. Klain mengatakan seremoni pelantikan akan dikurangi karena pandemi virus korona (covid-19) masih begitu mengancam.

    Mengenai pelantikan Biden, Klain meminta pemerintahan petahana Donald Trump untuk bekerja sama. Secara spesifik Klain meminta Badan Layanan Umum (GSA) di Gedung Putih untuk mengakui kemenangan Biden demi memuluskan proses transisi dari Trump ke Biden.

    "Saya berharap GSA dapat melakukan tugasnya dengan baik," tutur Klain.

    Hingga saat ini, Trump belum juga bersedia mengakui kemenangan Biden dalam pemilu AS. Karena penolakan ini, proses transisi pemerintahan di AS masih tersendat.

    Trump masih meyakini dirinya sebagai pemenang, dan terus mengupayakan langkah hukum untuk membalikkan keadaan, termasuk melayangkan petisi terbaru untuk penghitungan suara ulang di Georgia.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id