Mendagri Inggris: Reputasi BBC Rusak Parah atas 'Penipuan' Wawancara Diana

    Willy Haryono - 24 Mei 2021 09:26 WIB
    Mendagri Inggris: Reputasi BBC Rusak Parah atas Penipuan Wawancara Diana
    Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel. (Matt Dunham / POOL / AFP)



    London: Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel menyebut reputasi kantor berita BBC "rusak parah" usai munculnya investigasi yang menyebutkan bahwa wawancara oleh salah satu jurnalisnya, Martin Bashir, terhadap Putri Diana di tahun 1995 meliputi praktik tipu daya.

    Patel mengatakan, investigasi yang dilakukan hakim Lord Dyson atas bagaimana Bashir bisa mewawancara Diana merupakan "momen yang sangat signifikan" bagi BBC.

     



    Investigasi independen oleh Lord Dyson menyimpulkan bahwa Bashir menggunakan tipu daya dalam mendapatkan akses wawancara Putri Diana.

    Saat ditanya apakah BBC akan tetap bertahan di tengah masalah ini, Patel menegaskan bahwa media tersebut harus mampu melakukan "refleksi dan belajar dari kesalahan."

    Ia mengaku sedih usai mendengar bahwa Pangeran William dan Pangeran Harry berbicara "dalam konteks yang sangat personal mengenai ibu mereka" usai munculnya investigasi terkait Bashir.

    Kedua pangeran telah mengirim surat berisi kecaman terhadap BBC pada Kamis kemarin. Keduanya menilai tindakan yang dilakukan Bashir berkontribusi terhadap kematian ibu mereka.

    "Sudah tidak diragukan lagi bahwa reputasi dari institusi kelas dunia ini rusak parah akibat kasus ini," kata Patel. "Pelajaran harus dapat dipetik dari semua ini," sambungnya, dalam program The Andrew Marr di BBC One pada Minggu, 23 Mei 2021.

    Lord Dyson juga menyimpulkan dalam investigasinya bahwa BBC juga terkesan tidak terlalu serius saat melakukan penyelidikan internal terkait Bashir di tahun 1996, satu tahun usai wawancara Diana. Bashir tetap bekerja di BBC setelah wawancara Diana, dan bahkan dipromosikan menjadi editor bidang keagamaan.

    Laporan Lord Dyson menemukan fakta bahwa Bashir memalsukan dokumen dan memperlihatkannya kepada adik Diana, Charles Spencer, agar bisa memperoleh akses wawancara. Bashir telah mengakui pemalsuan itu dan menyebutnya sebagai sebuah "tindakan bodoh." Namun ia merasa diperlakukan tidak adil jika dinilai bertanggung jawab atas kematian Putri Diana.

    Baca:  Jurnalis BBC Martin Bashir Meminta Maaf atas Wawancara Putri Diana

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id