Antisipasi Korona, Sekolah di Irlandia Utara Ditutup 4 Bulan

    Willy Haryono - 15 Maret 2020 19:14 WIB
    Antisipasi Korona, Sekolah di Irlandia Utara Ditutup 4 Bulan
    Menteri Utama Irlandia Utara Arlene Foster. (Foto: AFP/GETTY IMAGES)
    Belfast: Seluruh sekolah di Irlandia Utara akan ditutup sedikitnya hingga 16 pekan ke depan di tengah mewabahnya virus korona covid-19. Menteri Utama Arlene Foster mengambil keputusan tersebut usai berdiskusi dengan kepala pemerintahan Irlandia Utara, Leo Varadkar.

    Foster mengatakan penutupan sekolah ini tidak dilakukan serentak, melainkan secara berkala dari satu wilayah ke wilayah lain.

    "Saya telah menerima nasihat dari ketua urusan medis Irlandia Utara. Ia menyarankan agar sekolah jangan ditutup dulu, tapi pihak sekolah dan orang tua harus mempersiapkan diri untuk penutupan," sebut Foster.

    "Saya rasa nantinya penutupan akan berlangsung 16 pekan," sambung dia, seperti dikutip dari laman Guardian, Minggu 15 Maret 2020.

    Sejak korona mewabah, Foster terus mendapat tekanan untuk menutup sekolah karena Irlandia telah mengambil keputusan tersebut pekan lalu. Namun ia mengaku masih akan terus mencari masukan dari berbagai pihak sebelum membuat keputusan final.

    Penutupan sekolah selama empat bulan dapat berdampak buruk terhadap perekonomian Irlandia Utara. Semua sekolah harus mencari cara agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dari jarak jauh.

    Rencana penutupan ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai keberlangsungan ujian nasional Irlandia Utara pada Mei dan Juni mendatang.

    Berdasarkan data Departemen Kesehatan Britania Raya hingga Sabtu 14 Maret, jumlah kasus covid-19 di Irlandia Utara mencapai 34 tanpa adanya kematian. Sementara untuk tetangganya, Republik Irlandia, jumlah kasus mencapai 129 dengan dua kematian.

    Berdasarkan data terbaru situs pemantau Johns Hopkins CSSE, jumlah kasus covid-19 di Inggris mencapai 1.143 dengan 21 korban tewas dan 19 pasien sembuh. Dari total kasus covid-19 di Inggris, salah satu di antaranya adalah Menteri Muda Kesehatan Nadine Dorries.

    Untuk total kasus covid-19 di kancah global, Johns Hopkins mencatat angkanya telah melampaui 156 ribu di lebih dari 120 negara. Sedangkan total kematian global covid-19 mencapai 5.833 dengan 73.968 pasien sembuh.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan covid-19 sebagai pandemi. WHO juga menyebut Eropa kini telah menjadi pusat pandemi virus tersebut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id