Uji Vaksin Covid-19 Imperial College Raih Investasi Rp747 Miliar

    Marcheilla Ariesta - 29 Juli 2020 18:08 WIB
    Uji Vaksin Covid-19 Imperial College Raih Investasi Rp747 Miliar
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    London: Pemerintah Inggris memberikan pendanaan sebesar Rp747 miliar untuk uji coba vaksin covid-19 dari Imperial College London. Dana tersebut dapat digunakan untuk memperluas uji coba vaksin kepada manusia di wilayah-wilayah lain di seluruh Inggris.

    Dalam studi pra-klinis pada tikus, vaksin Imperial College London menunjukkan dapat menghasilkan antibodi sangat spesifik terhadap SARS CoV-2, yang mampu menetralkan virus.

    Vaksin ini akan diuji coba kepada lebih dari 200 orang di enam lokasi, yakni di Rumah Sakit Chelsea dan Westminster NHS Foundation Trust, Imperial College Healthcare NHS Trust, Rumah Sakit Universitas St George NHS Foundation Trust, University College London, NHS Foundation Trust, Universitas Surrey dan Rumah Sakit Universitas Southampton NHS Foundation Trust.

    Para partisipan yang akan duji vaksin berusia antara 18 hingga 75 tahun. Mereka akan menerima dua imunisasi dalam waktu empat pekan. Sebelumnya, bakal vaksin ini telah diujicobakan kepada 92 sukarelawan.

    "Uji coba ini telah berjalan dengan baik, dan lokasi-lokasi tambahan ini akan memungkinkan kami untuk mengevaluasi lebih lanjut keamanan dan imunogenisitas vaksin ini, serta memberikan data klinis penting. Kami menantikan perluasan uji coba dengan mitra kami di lokasi-lokasi tambahan," kata kepala bagian klinis di studi COVAC1 Imperial College, Dr. Katrina Pollock, dilansir dari pernyataan Kedubes Inggris yang diterima Medcom.id, Rabu, 29 Juli 2020.

    Sementara itu, ketua pengembangan vaksin covid-19 di Imperial College, Profesor Robin Shattock mengatakan hasil awal dari data pra-klinis cukup menjanjikan. Nantinya akan diberikan data lebih lanjut mengenai keamanan vaksin, dan respons imun.

    "Saya sangat bangga dengan betapa cepatnya pada ilmuwan dan peneliti Inggris bekerja bersama menemukan vaksin virus korona. Meskipun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menemukan vaksin yang aman dan efektif, saya yakin kita bisa menghadapi tantangan ini," ujar Menteri Bisnis Inggris, Alok Sharma.

    Vaksin Imperial College ini didasarkan pada pendekatan baru yang menggunakan untaian kode genetik sintetis (disebut RNA), dari bahan genetik virus.

    Setelah disuntikkan ke dalam otot, untaian RNA akan memperbanyak diri -,melalui proses duplikasi diri,- dan menginstruksikan sel-sel tubuh untuk membuat salinan protein runcing yang ditemukan di bagian luar virus. Lapisan ini akan melatih sistem kekebalan tubuh untuk merespons virus korona sehingga tubuh dapat dengan mudah mengenali dan mempertahankan diri terhadap virus covid-19 di masa depan.

    Jika percobaan ini berhasil, vaksin Imperial College ini dapat memberikan dosis efektif dari volume yang relatif rendah. Sehingga cocok untuk diproduksi secara masif dengan biaya yang relatif rendah.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id