Alexei Navalny akan Kembali ke Rusia usai Diserang Racun

    Willy Haryono - 16 September 2020 06:43 WIB
    Alexei Navalny akan Kembali ke Rusia usai Diserang Racun
    Alexei Navalny (dua kanan) mengunggah foto perdananya ke instagram usai terkena serangan racun novichok. (Foto: Instagram/@navalny)
    Berlin: Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny mengaku siap pulang ke negaranya usai terkena serangan racun bulan lalu. Menurut juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, pilihan untuk pulang ke Rusia sudah ditetapkan sejak awal.

    "Saya heran mengapa orang-orang berpikir kami tidak akan pulang," tulis Yarmysh di Twitter, dikutip dari laman BBC, Rabu 16 September 2020.

    Setelah keluar dari kondisi koma beberapa hari lalu, Navalny mengunggah sebuah foto ke Instagram. Ia mengumumkan dirinya sudah tidak lagi menggunakan ventilator untuk bernapas.

    Navalny jatuh sakit dalam penerbangan dari Siberia menuju Moskow pada 20 Agustus. Ia sempat dirawat di rumah sakit Siberia, sebelum akhirnya diterbangkan ke Berlin, Jerman.

    Tim dokter Jerman mengatakan bahwa hasil tes memperlihatkan Navalny positif diserang Novichok, racun syaraf yang sering digunakan di era Uni Soviet. Kubu oposisi menilai Navalny diserang racun atas perintah Presiden Rusia Vladimir Putin. Kremlin membantah tuduhan tersebut.

    "Banyak jurnalis bertanya kepada saya, apakah benar Alexei akan pulang ke Rusia?" tulis Yarmysh.

    "Sekali lagi saya mengonfirmasi ini kepada semua orang: tidak pernah ada opsi lain yang kami pertimbangkan," lanjutnya.

    Melalui Instagram, Navalny mencoba menyapa semua pendukungnya. Ia mengaku senang karena kini sudah bisa bernapas seperti biasa tanpa bantuan alat. "Saya bisa bernapas sendiri, tanpa bantuan apapun, bahkan tidak ada satu selang pun di tenggorokan saya," ungkap Navalny.

    Sejumlah polisi bersiaga di luar rumah sakit Charite tempat Navalny dirawat. Dua polisi ditempatkan di satu pintu masuk, dan satu mobil van disiagakan di luar rumah sakit sejak beberapa hari terakhir.

    Merespons pemulihan Navalny, Rusia mengesampingkan kemungkinan adanya pertemuan antara Navalny dan Putin. "Kami merasa tidak ada urgensi untuk melakukan pertemuan seperti itu," tutur juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam laporan di media Interfax.

    Baca:  Rusia Kembali Desak Jerman untuk Berbagi Data Medis Navalny

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id