Otoritas New York Ancam Lockdown Permukiman Yahudi

    Willy Haryono - 26 September 2020 08:35 WIB
    Otoritas New York Ancam Lockdown Permukiman Yahudi
    Komunitas Yahudi Ortodoks beraktivitas di Brooklyn, New York, AS. (Angela Weiss/AFP/Getty)
    New York: Otoritas kesehatan New York melakukan inspeksi darurat di wilayah yang banyak dihuni Yahudi di kota tersebut pada Jumat 25 September 2020. Jika angka kasus virus korona (covid-19) di wilayah Yahudi New York semakin meningkat, maka otoritas setempat berencana menerapkan kebijakan penguncian (lockdown).

    Wali Kota New York Bill de Blasio telah memerintahkan kepolisian dan kantor sheriff untuk menegakkan panduan kesehatan covid-19 di sejumlah permukiman Yahudi di Queens dan Brooklyn. Di dua permukiman tersebut, komunitas Yahudi sering terlihat tidak menggunakan masker atau menerapkan imbauan menjaga jarak sosial (social distancing).

    Beberapa tokoh masyarakat New York mengatakan, banyak komunitas Yahudi yang mengabaikan protokol kesehatan karena semata tidak suka dengan Blasio. Ada juga beberapa dari mereka yang terpengaruh oleh pandangan Presiden AS Donald Trump mengenai masker dan pandemi covid-19 secara keseluruhan.

    Inspeksi darurat otoritas kesehatan New York dilakukan sebelum Yom Kippur, hari tersuci dalam kalender Yahudi yang dimulai pada Minggu besok. Departemen Kesehatan New York mengatakan, jika tidak ada kemajuan signifikan hingga Senin mendatang, maka pihaknya dapat menerapkan denda, membatasi perkumpulan massa, atau menutup paksa sejumlah tempat usaha dan sekolah.

    "Mungkin ini adalah momen paling genting yang kami hadapi sejak keluar dari lockdown," kata Dr Dave A. Chokshi, komisaris kesehatan New York, dalam konferensi pers di South Brooklyn, dilansir dari laman New York Times.

    Pekan ini otoritas New York telah merilis statistik yang memperlihatkan rata-rata positif covid-19 di permukiman Yahudi meningkat dari 3 persen menjadi 6 persen -- jauh lebih tinggi dari keseluruhan New York di antara 1 hingga 2 persen.

    Beberapa wilayah yang paling dikhawatirkan adalah Borough Park, Midwood, dan Gravesend. Blasio mengaku telah menggandeng sejumlah tokoh Yahudi untuk menyuarakan pentingnya mematuhi protokol kesehatan covid-19. "Kami akan terus melakukan itu," tegas Blasio.

    Amerika Serikat masih menjadi negara dengan angka kasus covid-19 tertinggi di dunia. Berdasarkan data Johns Hopkins University pada Sabtu ini, total kasus covid-19 di AS telah melampaui 7 juta dengan 203 ribu lebih kematian dan 2.727.335 pasien sembuh.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id