comscore

Kazakhstan Akhiri Status Darurat, Operasi Anti-Teroris Tetap Berlanjut

Willy Haryono - 19 Januari 2022 08:06 WIB
Kazakhstan Akhiri Status Darurat, Operasi Anti-Teroris Tetap Berlanjut
Prajurit Kazakhstan berpatroli di kota Almaty, 10 Januari 2022. (Alexandr BOGDANOV / AFP)
Nur-Sultan: Status darurat yang diberlakukan di Kazakhstan selama berlangsungnya kerusuhan di awal Januari lalu telah berakhir pada Rabu dini hari waktu setempat, 19 Januari 2022. Kerusuhan yang menelan banyak korban jiwa itu dipicu unjuk rasa menentang kenaikan harga bahan bakar.

Dilansir dari CGTN, otoritas Kazakhstan mengonfirmasi bahwa kondisi di seantero negeri telah berangsur kondusif, namun operasi anti-teroris akan tetap berlanjut di sejumlah wilayah.
"Teroris" dan "bandit" merupakan istilah yang dipakai otoritas Kazakhstan terhadap sekelompok orang yang dinilai memicu terjadinya kerusuhan.

Selasa kemarin, Kementerian Kesehatan Kazakhstan mengonfirmasi bahwa total kematian sepanjang kerusuhan menyentuh angka 227, dengan korban luka melampaui 4.500 orang.

Serik Shalabayev, kepala layanan kejaksaan kriminal Kazakhstan, mengatakan bahwa dari total kematian tersebut, 19 di antaranya adalah polisi. "Sayangnya, ada juga warga sipil yang menjadi korban aksi teroris ini," tutur Shalabayev.

Sebagian korban dikabarkan meninggal setelah sempat menjalani perawatan intensif. Selama kerusuhan, aparat keamanan telah menahan 446 orang di bawah tuduhan aksi kriminal.

Kerusuhan Kazakhstan dimulai dengan aksi protes menentang kenaikan harga bahan bakar pada 2 Januari. Namun demonstrasi itu kemudian meluas menjadi penentangan menyeluruh terhadap pemerintah Kazakhstan yang dipimpin Presiden Kassym-Jomart Tokayev.

Baca:  Presiden Kazakhstan Labeli Kerusuhan di Negaranya Sebagai Percobaan Kudeta

Untuk meredam kerusuhan, Tokayev meminta bantuan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, sebuah blok pimpinan Rusia. Pasukan penjaga perdamaian Rusia pun datang dan membantu menangani kerusuhan di Kazakhstan.

Setelah situasi mulai kondusif, pasukan Rusia secara berkala meninggalkan Kazakhstan. Penarikan ini mematahkan kekhawatiran Amerika Serikat yang menyebut pasukan Rusia akan sulit untuk meninggalkan negara asing yang didatanginya.

Pernyataan tersebut sempat membuat Moskow geram.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id